Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

NU: Obama Harus Adil di Konflik Palestina-Israel

Rabu, 20 Maret 2013, 19:52 WIB
Komentar : 0
AP/Majdi Mohammed
Warga Palestina memprotes pemukiman Israel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat Barack Obama diminta adil pada konflik negara Palestina dan Israel. Kedatangan Obama kedua negara bertikai itu harus mendamaikan dua negara.

Artinya, Obama harus berani tegas bersikap pada Israel kalau ingin menginisiasi perdamaian antar dua negara. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud menilai,  kedatangan Obama tidak menghentikan aksi Israel yang masih membangun pemukiman baru di wilayah Palestina.

Menurutnya, ide mendamaikan dua negara itu sia-sia. "Rencana perdamaian sia-sia, kalau sallah satu pihak tidak mau berdamai. Harus dihentikan dulu perluasan pemukimannya," kata Marsudi pada Republika, Rabu (20/3).

Marsudi menambahkan, langkah paling dasar untuk mewujudkan rencana perundingan antara dua negara itu adalah pengakuan Amerika atas negara Palestina. Kalau sudah ada pengakuan, posisi Palestina akan sejajar Israel. Perundingan dan perjanjian damaipun lebih mudah dilakukan.

"Kalau tujuan Obama itu (mengakui Palestina), berarti itu langkah positif," tambah Marsudi.

Dalam konflik Israel dan Palestina ini, menurut Marsudi membutuhkan bantuan semua pihak. Pihak-pihak asing atau negara lain yang datang ke dua negara itu sangat dibutuhkan untuk memosisikan Palestina menjadi negara berdaulat. Sebab, masih ada negara yang tidak mau mengakui Palestina sebagai sebuah negara. 

Pada momentum ini, Obama harus bisa bersikap adil pada dua negara. Artinya, kalau Obama mengakui Israel sebagai sebuah negara, dia juga harus mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Persoalannya, Amerika sangat berkepentingan dalam konflik dua negara ini. Amerika memang menjadi pembela Israel terdepan, di lain pihak, Amerika tidak mau dicap sebagai negara yang dimusuhi negara Islam.

Reporter : Agus Raharjo
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.503 reads
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Waspada, Musim Penularan DBD di Maret-Mei

BNPT Sebut Blokir 20 Situs Internet Milik Teroris