Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Dilarang Impor Bawang Putih dan Daging, Ini Reaksi Dirut RNI

Rabu, 20 Maret 2013, 16:00 WIB
Komentar : 0
Republika/Aditya Pradana Putra
Pedagang mengambil bawang putih impor dari Cina untuk ditimbang di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (13/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismet Hasan Putro mengaku kecewa karena usulan untuk mendapatkan kuota impor daging sapi dan bawang putih tidak dipenuhi pemerintah.

"Kami sebagai perusahaan milik negara sangat kecewa, di tengah situasi krisis daging sapi dan bawang putih, pemerintah justru menyatakan kuota impor sudah habis," kata Ismet, saat berdialog dengan wartawan, di Gedung RNI, Jakarta, Rabu.

Menurut Ismet, instansi yang menangani masalah impor seharusnya lebih melihat kondisi yang sebenarnya terjaid di lapangan, tidak kaku dan birokratis. "BUMN merupakan perpanjangan tangan pemerintah tapi tidak dimanfaatkan untuk menjaga kestabilan harga di pasar. Pemerintah justru hanya memberikan impor kepada pihak swasta," tegas Ismet.

Ia menegaskan, kekecewaanya semakin memuncak ketika surat pengajuan impor bawang putih dilayangkan kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian tidak mendapat jawaban. "Kami sudah mengirim surat untuk impor sapi akhir Januari 2013, setelah itu kami juga memita izin impor bawang putih, tapi tidak direspon," ujarnya.

Padahal ia menambahkan, pengajuan impor tersebut sudah sesuai dengan instruksi Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk membantu pemerintah mengatasi krisis komoditi tersebut. Dalam usulannya, RNI akan mendatangkan sapi betina produktif sebanyak 25.000 ekor, sapi potong 60.000 ton, termasuk untuk impor bawang putih.

Namun usulan izin impor tersebut justru ditolak, dengan alasan bahwa jatah impor sudah habis. "Bagi saya ini ironis karena negara tidak berdaya menstabilkan harga. Ketika kami berinisiatif dengan semangat nasionalisme dan membantu masyarakat malah diberi jawaban kuota sudah habis," kata Ismet.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
1.008 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Pemerintah Perbolehkan Truk Pelabuhan Pakai BBM Subsidi

Progam Internship Dokter Indonesia Dikeluhkan Banyak Kalangan