Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pemerintah Perbolehkan Truk Pelabuhan Pakai BBM Subsidi

Rabu, 20 Maret 2013, 15:47 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan
BBM Bersubsidi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memperbolehkan truk-truk angkutan barang tambang, perkebunan, dan kehutanan dari dan ke pelabuhan tujuan seperti Surabaya dan Cirebon memakai bahan bakar minyak bersubsidi.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu mengatakan, kebijakan pelarangan pemakaian BBM subsidi hanya berlaku pada truk-truk yang berkegiatan di lokasi tambang, perkebunan, dan kehutanan hingga pelabuhan asal.

"Kami akan keluarkan surat edaran terkait hal ini," katanya.

Selain Edy, jumpa pers juga dihadiri Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy N Sommeng dan Sekretaris Jenderal Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor Di Jalan (Organda) Andriyansyah YP.

Pada Rabu, ribuan truk Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya melakukan aksi mogok atas pemberlakukan Permen ESDM tersebut yang menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah.

Akhirnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang membolehkan truk yang keluar dan masuk pelabuhan tujuan memakai solar subsidi.

"Jadi, truk hulu yang beroperasi di lokasi tambang dan hutan hingga pelabuhan seperti di Kalimantan tetap tidak boleh pakai solar subsidi. Sementara, truk hilir di pelabuhan seperti Surabaya boleh pakai solar subsidi," kata Edy.

Menurut dia, kalau masih diperlukan, selain surat edaran, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan mengeluarkan petunjuk pelaksanaannya.

Ia meminta SPBU segera menyalurkan BBM subsidi kepada truk-truk pengangkut hasil tambang, perkebunan, dan kehutanan dari dan ke pelabuhan tujuan.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
764 reads
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Progam Internship Dokter Indonesia Dikeluhkan Banyak Kalangan