Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Polisi Minta Penumpang Taksi Tidak Paranoid

Rabu, 20 Maret 2013, 14:31 WIB
Komentar : 0
FIRMASEC
Taksi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi meminta agar masyarakat tidak paranoid sebelum naik taksi. Meski pun saat ini tindak kejahatan di dalam taksi marak terjadi. "Jangan paranoid sebelum naik taksi," Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisari Besar Rikwanto, Rabu (20/3).

Rikwanto mengatakan, pengguna taksi sebenarnya bisa memerhatikan penampilan supir taksi yang mencurigakan. Keadaan taksi juga bisa diperhatikan, seperti taksi yang sudah tidak terawat. Masyarakat juga diminta untuk tidak menerima begitu saja taksi yang melintas.

Jika terpaksa harus naik taksi yang tidak terlalu dikenal operatornya, dia menyarankan untuk tenang. Sembari mencatat nama supir, nomor taksi, nama operatornya dan pelat taksinya. "Kalau bisa, ajak ngobrol supir taksi agar bisa melihat karakter supirnya seperti apa," kata Rikwanto.

Menurut Rikwanto, persentase tindak kejahatan yang dilakukan supir taksi sebesar 40 persen. Sementara yang dilakukan penumpang ke taksi sebanyak 60 persen. Untuk mengantisipasi tindak kejahatan oleh supir taksi, pengguna juga diharapkan agar memilih operator taksi yang sudah terpercaya. "Taksi di Ibu Kota banyak macamnya, pilih yang sudah terpercaya," kata Rikwanto

Kepolisian, lanjut dia, sudah pernah memberikan peringatan tak tertulis kepada operator taksi yang melakukan kejahatan. Peringatan tersebut berupa rekomendasi agar operator taksi memperbaiki manajemennya. "Kita belum pernah beri rekomendasi secara tertulis," kata Rikwanto.

Reporter : Wahyu Syahputra
Redaktur : Mansyur Faqih
1.773 reads
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Meutia Hatta Perkenalkan Budaya Indonesia di Serbia