Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Harga Naik, Pedagang Bawang Merugi

Selasa, 19 Maret 2013, 22:07 WIB
Komentar : 0
onionrecipes.co.uk
Bawang merah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kenaikan harga bawang ternyata tidak diimbangi dengan naiknya untung penjualnya. Justru, disaat harga bawang melonjak tinggi ini, mereka mengaku mengalami kerugian bertahap.

Dadang, penjual bumbu dapur di pasar Tanjung Duren Jakarta Barat mengaku sudah seminggu dagangannya tidak laris. Bukan hanya bawang, bumbu dapur lain seperti cabai merah pun ikut-ikutan naik. "Jangan salah, kalau harga naik jauh begini kami juga yang rugi," kata Dadang, di Tanjung Duren, Jakarta, Selasa 919/3).

Kerugian sendiri dikarenakan pembeli yang turun akibat harga naik. Selain itu, kata Dadang, para penjual bumbu dapur juga tidak bisa mengambil untung terlalu banyak, "Sudah nggak bisa ambil untung terlalu banyak, dagangan juga tidak selalu habis. Kalau bawang dibesokkan suka busuk," katanya menjelaskan.

Selain Dadang, penjual bumbu dapur lain pun kewalahan mengatur modal jualannya ditengah naiknya harga bawang ini.

"Saya untung bisa 100 ribu kalau sedang ramai, sekarang bisa untung Rp 50 ribu saja sudah lumayan. Kadang nggak ke jual semua, padahal uangnya buat modal beli lagi bawang besok jualan," kata Rangga, pedagang bawang lain.

Belum lagi saat sedang sulit begini mendapatkan bawang dari sumbernya juga makin susah. Namun Dadang dan Rangga mengaku saat ini bawang impor dari Cina mulai beredar di pasaran.

"Mudah-mudah bisa bikin turun harga, ini yang saya jual yang dari Cina, baru tadi pagi dapat, biar lebih kecil tapi harganya sudah turun," ujar Rangga sambil menunjuk dagangannya.

Di pasar Tanjung Duren sendiri harga bawang saat ini berkisar Rp 50 ribu - Rp 55 ribu perkilo. Harga ini telah turun dari sebelumnya yang sempat mencapai Rp 70 ribu perkilo.

Reporter : Ilhami Rizqi Ashya
Redaktur : Djibril Muhammad
985 reads
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Polisi Berkeras Bantah Densus 88 Terlibat

Ini Penyakit yang Timbul Selama Musim Pancaroba

Koak Kiau Terancam Punah karena Kicauannya