Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Polisi Berkeras Bantah Densus 88 Terlibat

Selasa, 19 Maret 2013, 21:40 WIB
Komentar : 0
AP
Densus 88 Polri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap menyatakan oknum polisi yang berada dalam video interogasi disertai kekerasan bukanlah anggota Detasemen Khusus (Densus) 88. Penyataan polisi tersebut tersirat dari ungkapan Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Timur Pradopo di Jakarta Selasa (19/3).
 
“Kalau kaitannya dengan kejadian di Poso, anggota yang terkait pelanggaran (dalam video) tersebut sudah diproses,” kata dia di Mabes Polri. Timur berujar, Polri sudah melakukan proses seharusnya terhadap kasus kekerasan yang disebut sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam video tersebut.
 
Dia pun meminta agar masyarakat tak alih fokus pada arus informasi yang belakangan kembali menghembuskan bahwa Densus 88 terlibat kekerasan dalam video ini. Dirinya meminta publik untuk melihat bahwa Polri sudah menerapkan proses hukum kepada anggotanya yang salah.
 
“Kami sudah seret anggota-anggota ini ke pengadilan. Nantinya kita tunggu saja, apakah benar mereka bersalah atau tidak,” ujarnya.
 
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Suhardi Alius mengatakan, rasanya sudah cukup bagi kepolisian untuk menjelaskan perihal video yang diduga ada anggota Densus 88 yang terlibat di dalamnya.
 
“Ini sudah tuntas kami sampaikan. Pada intinya, kami komitmen (bila anggota Densus 88 bersalah akan diproses seperti yang disampaikan Pak Boy (Karopenmas Polri) kemarin,” kata dia kepada  Republika Selasa (19/3).

Brigjen Boy Rafli Amar telah menyatakan bahwa Densus 88 memang berada dalam video tersebut. Ia menyebutnya wajar karena penggerebekan teroris yang terekam dalam video ini melibatkan banyak anggota kepolisian termasuk Densus 88.

Reporter : Gilang Akbar Prambadi
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
904 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Ini Penyakit yang Timbul Selama Musim Pancaroba

Koak Kiau Terancam Punah karena Kicauannya

KPPU Selidiki Dugaan Kartel Bunga Kredit Bank