Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

KPPU Selidiki Dugaan Kartel Bunga Kredit Bank

Selasa, 19 Maret 2013, 21:06 WIB
Komentar : 0
KPPU

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan menyelidiki dugaan kartel atas tingginya suku bunga perbankan yang dinilai merugikan nasabah.

"KPPU akan menyelidiki apakah benar tingginya suku bunga perbankan itu karena tingginya 'overhead cost' atau karena kartel," kata Komisioner KPPU, Syarkawi Rauf, dalam keterangan yang diperoleh di Medan, Selasa (19/3).

Kartel adalah perilaku persaingan tidak sehat yang dilarang UU No.5/1999 karena merugikan masyarakat dan menggangu perekonomian. "Dewasa ini, tim penyelidik mulai bekerja dan mengumpulkan bukti-bukti soal penyebab tingginya suku bunga perbankan itu," katanya.

KPPU berharap dalam maksimal 60 hari kerja, KPPU dapat menentukan apakah dugaan kartel itu masuk ke perkara atau tidak. Kalau masuk perkara maka akan terus ditindaklanjuti dan kalau tidak, maka dihentikan.

Ia menjelaskan, kasus suku bunga itu merupakan perkara inisiatif Tim Kajian dan Tim Monitoring KPPU, dimana hasil pengkajian, masalah itu akhirnya dilanjutkan dalam proses penyelidikan. KPPU berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pencapaian efisiensi ekonomi dan dunia usaha.

Mengenai kasus bawang putih, kata dia, kenaikan harga dinilai akibat ada kesengajaan bersama antar pelaku usaha untuk menahan barang, guna mengkondisikan kenaikan harga. "Kondisi itu mengindikasikan kartel," katanya.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
556 reads
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Komisi I: RUU Penyiaran Publik Sulit Disahkan