Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

KRKP: Audit Importir Pangan!

Selasa, 19 Maret 2013, 17:13 WIB
Komentar : 0
Pekerja menyusun bawang putih impor saat bongkar muat di Pasar Induk Kramat Jati,Jakarta,Senin (10/12). (Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meroketnya harga bawang dalam beberapa pekan tidak lepas dari permainan pedagang dan importir yang mengorbankan konsumen dan petani kecil.

Hal itu dikemukakan Manajer Advokasi dan Jaringan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah.

Said menduga kuat hingga saat ini dalam bisnis pangan telah terjadi monopoli dan kartelisasi. Untuk itu, sudah saatnya pemerintah lebih transparan soal pengelolaan pangan, terutama yang terkait impor.

"Selama ini proses impor dan penentuan importir serta mekanismenya jauh dari terbuka. Harusnya informasi ini dibuka ke publik. Sekarang adalah saatnya," kata Said Abdullah dalam siaran pers yang diterima Republika di Jakarta, Selasa (19/3).

Besarnya dana yang mengalir dari impor pangan serta belum adanya transparansi terhadap para importir pangan, Said menduga hal itu berkaitan dengan praktik kongkalikong yang dilakukan partai politik. Ia sendiri tidak ingin menunjuk partai yang dimaksud.

Said menegaskan, tanpa adanya transparansi soal ini praktik-praktik kecurangan akan terus terjadi apalagi mendekati tahun 2014. "Fee dari pemberian izin dan kuota impor tentunya bisa menjadi lumbung uang bagi partai," ujarnya.

Lebih jauh Said memberi contoh terkait impor beras raskin. Pada 2008, kata dia, Indonesia mengimpor 1.848 juta ton dengan nilai 540 dolar AS per ton. Jika keuntungan per kilogram itu sebesar Rp 1.000, laba bersih yang masuk ke kantong pengusaha bisa mencapai Rp 1.848 triliun.

Lantas jika dari keuntungan itu, misalnya 25 persen diserahkan sebagai fee kepada pemberi izin, ia mengatakan, tentunya akan ada Rp 462 miliar yang bisa dimanfaatkan untuk membiayai partai.

"Seperti pada kasus korupsi daging sapi, sebagian besar fee yang didapat dari importir masuk ke kas partai melalui pejabat di kementerian atau pengurus partai," katanya.



Reporter : M Akbar
Redaktur : Hazliansyah
797 reads
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Tikar Khas Jabar Jadi Suvenir Jamaah Haji Nasional