Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

DPR Akan Bahas Nasib Program Magang Dokter

Senin, 18 Maret 2013, 23:19 WIB
Komentar : 0
Tahta Aidilla/Republika
Wakil Ketua Komisi IX DPR Nova Riyanti Yusuf (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- DPR akan melakukan pembahasan dengan pihak terkait mengenai kelanjutan program internship (magang) untuk dokter baru. Ini menyusul banyaknya masukan dari mahasiswa fakultas kedokteran (FK) dan juga para praktisi serta akademisi di bidang ini yang meminta untuk melakukan evaluasi terhadap program tersebut.

"Komisi IX DPR akan mengadakan rapat dengan Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK), Ketua Asosiasi FK Seluruh Indonesia, dan Dekan FK Trisakti beserta BEM, Selasa, 19 Maret 2013, 14.00 WIB," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Nova Riyanti Yusuf, Senin (18/3).

Menurutnya, program magang merupakan proses pemantapan mutu profesi dokter untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan. Program ini dilakukan secara terintegrasi, komprehensif, mandiri serta dengan pendekatan kedokteran keluarga untuk menyelaraskan hasil pendidikan dengan praktik di lapangan. 

Sayangnya, Nova mengaku menerima laporan kalau masih banyak masalah di dalam pelaksanaan program magang dokter. Padahal Kementerian Kesehatan mengadakan program magang di 11 FK untuk dua ribu dokter baru.

Menurutnya, sikap mahasiswa FK setidaknya terbagi tiga. Yaitu, menghapus program magang, meneruskan tapi dengan perbaikan, atau penghapusan. "Rapat kerja Komisi IX dengan Menkes pada 26 November 2012 menyimpulkan, DPR meminta Kemenkes untuk melakukan evaluasi program internship dokter Indonesia," papar politisi Partai Demokrat tersebut.

Redaktur : Mansyur Faqih
3.969 reads
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda