Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Identifikasi Jasad Tiga Teroris Belum Selesai

Selasa, 19 Maret 2013, 01:09 WIB
Komentar : 0
Boy Rafli Amar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengatakan bahwa proses identifikasi tes DNA terhadap tiga terduga teroris yang tewas tertembak oleh anggota Polri belum selesai.

"Pihak keluarga sudah dihubungi untuk bisa dikembalikan dan tes DNA belum selesai prosesnya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Senin.

Aparat Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi meringkus tujuh pelaku perampokan toko emas di Tambora, bernama Makmur alias Bram, Arman dan Kodrad alias Polo yang tewas ditembak karena melawan, sedangkan tersangka Thendra Hermalan, Siswanto, Togog alias Anto dan Kiting dalam kondisi masih hidup.

Ketujuh pelaku diringkus pada beberapa lokasi, yakni Mustika Jaya (Bekasi, Jawa Barat), Pesanggrahan (Bintaro), Tangerang Selatan, Banten), Teluk Gong (Jakarta Utara) sejak Kamis (14/3) malam hingga Jumat (15/3) pagi.

Otak pelaku perampokan Toko Emas "Terus Jaya", Makmur alias Bram yang tewas ditembak petugas Polda Metro Jaya termasuk jaringan teroris Abu Umar, kata Boy.

Tersangka Makmur merupakan pelaku perampokan CIMB Medan, yang megang senjata laras panjang AK-47 dan merupakan jaringan Abu Umar.

"Saat ini masih mengejar dua DPO yang diduga masih bawa senjata revolver, dan kemungkinan masih menguasai bahan peledak lainnya. Patut diduga ada lokasi lain yang jadi penyimpanan oleh kelompok ini," kata Boy.


Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
993 reads
Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi(HR Bukhori-Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda