Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Polri: Negara Harus Kian Waspada Terhadap Pergerakan Teroris

Sabtu, 16 Maret 2013, 18:10 WIB
Komentar : 1
blogspot.com
Terorisme (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaringan terorisme di Indonesia menurut Polri kini sudah tak berada dalam satu muara organisasi yang sama.

Artinya sepak terjang teroris saat ini terbagi dalam kelompok-kelompok kecil yang independen. Imbasnya, aksi teroris di Indonesia sekarang sudah bergerak sendiri-sendiri tanpa terorganisir, sehingga membuat gerak-gerik mereka tak perlu lagi menunggu komando amir atau pimpinannya.

Pernyataan itu menyusul penangkapan teroris di Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/3) kemarin. “Jadi sekarang kalau mereka mau ngebom tidak lagi tunggu perintah, langsung saja atas keinginan sendiri,” ujar Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Suahrdi Alius di kantornya Sabtu (16/3).

Suhardi mengatakan tipe pergerakan seperti itu, negara justru harus lebih waspada. Sebab aksi nekat para teroris lebih sulit terdeteksi karena terpecah dalam kelompok-kelompok kecil.

Kelompok-kelompok ini dapat bergerak sesuka hati baik dalam menentukan target maupun lokasi serangan terornya. Menurutnya mereka tak lagi terbelenggu ikatan organisasi yang membuat gerakannya terkadang cepat terbaca.

“Mereka kini parsial bisa bergerak kapan pun dimaui dan dalam kelompok yang terpecah. Kami harus waspada,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi berhasil menjaring tujuh teroris di tiga lokasi, Bintaro dan Teluk Gong, Jakarta serta di Bekasi. Tiga di antaranya tewas diterjang peluru polisi karena melakukan perlawanan.

Dari penangkapan itu polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, yakni 14 bom pipa aktiv, lima pucuk senjata api izzi dan puluhan butir peluru. Keempat tersangka sudah diamankan ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Reporter : Gilang Akbar Prambadi
Redaktur : Karta Raharja Ucu
2.009 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Kang Indera Minggu, 17 Maret 2013, 17:29
Rakyat kenal TERORIS stelah diramekan DENSUS88 dan berita TV. Sekarang TERORIS subur, bs dr agama dan golongan apa saja..

Siapa yg salah? yg pny proyek "bikin org jadi tahu & pingin, bikin sbgian umat islam dendam dan muak pd pemerintahnya."
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda