Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ical Yakin Pertemuan Tujuh Pensiunan Jendral Demi Bangsa

Jumat, 15 Maret 2013, 22:28 WIB
Komentar : 0
Antara/Widodo S. Jusuf
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (tengah) didampingi jajaran pengurus DPP memimpin sidang pleno di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Sabtu (13/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pertemuan tujuh jenderal purnawirawan TNI dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dianggap untuk kepentingan bangsa.

Aburizal Bakrie (ARB) pada acara ARB Bertemu Masyarakat di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat bahkan meyakini  pertemuan tersebut antara lain membicarakan suksesi kepemimpinan nasional lewat pemilu 2014 sungguh-sungguh demi kepentingan bangsa.

Pertemuan tujuh jenderal purnawirawan dengan Presiden Yudhoyono di Istana pada Rabu (13/3) sore berlangsung tertutup.

Dalam jumpa pers sehabis diterima Presiden, Jenderal (Pur) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pertemuan itu tidak mendikotomikan sipil dengan militer untuk suksesi kepemimpinan nasional 2014.

"Kita tidak mempermasalahkan (calon presiden) dari sipil atau militer sepanjang memiliki 'track record' yang baik. Presiden pun sepaham dengan pandangan tersebut," kata Luhut.

Ia mengatakan, "Yang beliau (Presiden Yudhoyono) sampaikan siapa saja yang bagus dan dipilih oleh rakyat."

Aburizal yang disiapkan oleh Partai Golkar untuk maju ke Pemilu Presiden 2014 menyatakan tetap optimistis menang, sebab presiden dipilih langsung oleh rakyat.

"Alhamdulillah. Presiden yang memilih (adalah) rakyat, jadi biarkan saja mereka (jenderal purnawirawan) punya calon sendiri. Kepada mereka, saya mengucapkan terima kasih," katanya.

Berkaitan dengan Pilpres 2014, ia mengatakan memiliki program utama yakni pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan pembangunan dan nasionalisme Indonesia dalam era globalisai.

Ia bahkan mengemukakan keyakinannya itu menanggapi pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto di Istana pada awal pekan ini.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
884 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Presiden SBY Mengaku Marah Soal Harga Bawang

Bertemu Pemred Media, SBY Janji Buatkan Nasi Goreng