Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

JK: HMI Jangan Jadi Organisasi Preman

Jumat, 15 Maret 2013, 19:01 WIB
Komentar : 0
Republika/Yasin Habibi
Jusuf Kalla (JK)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Etik Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Jusuf Kalla (JK) mengimbau kader-kader HMI untuk menyelesaikan konflik dengan cara-cara yang akademis. Bukan dengan cara preman. 

"Kita harus lakukan dengan cara-cara akademis, siapa yang tidak setuju, sampaikan alasannya. Kalau tidak seperti itu, HMI hanya akan menjadi preman dan belum akan menjadi panutan," katanya ketika berpidato di Pembukaan Kongres HMI XXVIII di Jakarta, Jumat (15/3).

JK juga mengingatkan kader HMI untuk menempuh cara-cara intelektual dalam memecahkan masalah.

"Ketidakpuasan kader HMI harus disampaikan dengan cara-cara intelektual, jangan gunakan lempar sepatu, itu cara rendahan," lanjutnya.

Mantan wapres itu juga mengingatkan kader HMI untuk tidak menggantungkan diri kepada satu kelompok. "Kita jangan sampai outsourcing, tapi harus menyelesaikan semua sendiri."

Ketua Umum PMI itu juga meminta HMI fokus dan tetap kritis terhadap masalah-masalah kebangsaan. Hal itu sebagai kerangka mewujudkan negara makmur dan sejahtera. 

HMI pun, ungkapnya, harus menjawab tantangan dengan profesional. Yakni kembali pada dasar hakiki tujuan HMI. Sehingga bisa menjalankan peran kebangsaan di tengah masyarakat. 

"Mari kita kembali, tetap pada rasa korektif dan kritik terhadap siapa pun yang salah," katanya. 

Redaktur : Mansyur Faqih
Sumber : Antara
3.365 reads
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...