Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Akbar Tandjung: Harapkan SBY Tak Hanya Undang Jenderal

Jumat, 15 Maret 2013, 16:47 WIB
Komentar : 0
Antara
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politisi senior Partai Golkar, Akbar Tanjung, melihat tidak ada yang salah dari langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan memanggil purnawirawan jenderal TNI ke istana. Menurut dia, wajar bila SBY berkomunikasi dan bertukar pendapat dengan banyak tokoh.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar itu memandang berlebihan bila langkah SBY disebut sebagai upayanya meneyelamatkan kekuasaannya dari ancaman-ancaman yang bisa menggoyahkan posisinya. Namun, menurut Akbar, bila memang SBY mengundang tokoh militer itu untuk membicarakan kondisi bangsa, harusnya tidak hanya tokoh militer yang diundangnya.

"Saya juga mengharapkan tidak hanya mereka-mereka saja yang diundang, tapi dari yang lainnya juga. Yang bisa memberikan masukan kritis juga," kata Akbar di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/3). Sehingga, kata dia, dalam kurun waktu satu tahun lebih menjelang masa pemerintahannya berakhir, SBY bisa mengambil langkah taktis menyelesaikan masalah saat ini.

Pada Rabu (13/3) kemarin, SBY mengundang tujuh purnawirawan jenderal TNI ke istana. Yang bertemu dengan SBY adalah mantan wakil panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi, Jenderal (Purn) Luhut Pandjaitan, Subagyo HS, Agus Wijoyo, Johnny Josephus, Sumardi, dan Suaidi Marasabessy. Sehari sebelum bertemu tujuh jenderal itu, SBY juga menerima Prabowo Subianto di istana.

Mereka membicarakan berbagai persoalan negara dan bagaimana menciptakan situasi yang kondusif hingga pemilu 2014. Selain itu dibahas juga masalah keamanan yang berkesinambungan meski SBY sudah tidak memimpin lagi.

Reporter : Ira Sasmita
Redaktur : Dewi Mardiani
852 reads
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

PTDI Serahkan Enam Helikopter Pesanan TNI-AD

Kementan-Kemendag Sepakat Sederhanakan Izin Impor

ASH Tuding Kartel Bawang Putih Mainkan Harga