Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pupuk Bersubsidi Rawan Diselewengkan dan Ditimbun

Kamis, 14 Maret 2013, 23:23 WIB
Komentar : 0
Republika/Maspril Aries
Produksi pupuk urea di PT Pusri.

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG--Penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah perbatasan rawan penyelewengan dan penimbunan. Pengawasan pemerintah dalam distribusi pupuk bersubsidi hingga ke tangan petani dianggap kurang maksimal. Petani pun berisiko kekurangan pupuk, karena penyaluran pupuk yang kurang tepat.

Staf ahli Gabungan Kelompok Tani Alam Sari Kabupaten Bandung, Dede Badrul Munir menegaskan penyaluran pupuk bersubsidi mulai dari pabrik sampai ke kios-kios pengecer sudah dipantau dengan baik oleh pemerintah. Ia juga menekankan kesesuaian antara kuota dengan suplai pupuk

"Kekhawatirannya ada ada kelebihan pasikan pada suatu daerah, sedangkan daerah lain kekurangan. Nah yang berlebih pasokan ini biasanya rawan penyelewengan atau penimbunan," ujarnya, Kamis (14/3).

Ia menilai kawasan perbatasan menjadi daerah yang paling rawan terjadinya penyelewengan pupuk bersubsidi. Dede mengatakan, daerah perbatasan seperti Kabupaten Bandung dan Cianjur merupakan daerah perkebunan yang membutuhkan pupuk sepanjang musim.

"Kalau di perkebunan kan berbeda dengan pertanian sawah yang hanya membutuhkan pupuk pada musim tanam tertentu. Kalau di perkebunan hampir sepanjang tahun butuh pupuk. Nah di daerah perbatasan ini yang paling rawan," kata dia.

Petani, ujarnya, juga mengkhawatirkan adanya suplai yang tidak tepat waktu. Permasalahannya, pada waktu yang bersamaan, ada daerah lain yang lebih membutuhkan pupuk.

Oleh karena itu, pantauan ketat harus dilakukan mulai dari pabrik, agen, dan kios-kios pengecer. "Petani juga kan sulit mengetahui bagaimana suplainya. Apalagi terbilang kami ini kan hanya penerima manfaat. Jadi yang terpenting, kami bisa mendapatkan pupuk tepat waktu," ujar dia.

Reporter : Ghalih Huriarto
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
509 reads
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. ((QS. Al-Baqarah [2]:107))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

NU: Putusan MK Buat Pemilukada Jadi Murah

Kantor Husni Muharram Terpilih Jadi Auditor BPK