Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Penimbun Bawang

Kamis, 14 Maret 2013, 21:31 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Marwan Jafar (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah harus menindak tegas penimbun bawang karena menyebabkan barang tersebut langka di pasaran. Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk mencari tahu penyebab kelangkaan bumbu masak ini.

Ketua Fraksi PKB, Marwan Ja'far, menyatakan jika kelangkaan bawang disebabkan adanya perbuatan oknum tengkulak atau importir yang melakukan penimbunan bawang, maka pemerintah harus menindak tegas oknum tersebut tanpa pandang bulu. Ini merupakan bagian dari penyengsaraan rakyat.

"Tindakan tegas harus dilakukan. Siapapun yang bersalah harus diproses," jelas Marwan kepada Republika, Kamis (14/3).

Hal itu bertentangan dengan Undang-undang No 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat pasal 17 tentang praktik monopoli. Hal ini merugikan petani dan menyebabkan masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan akan bawang.

Langkanya bawang bisa berdampak pada langkanya benih bawang. Jika tidak ada benih petani tidak akan menanam bawang. Jika petani tidak menanam bawang pasti akan terjadi kekurangan pasokan. Solusinya pasti impor, sedangkan impor tidak akan menyelesaikan akar masalah kelangkaan bawang.

Pemerintah harus segera membuat langkah-langkah startegis jangka panjang agar masalah bawang tidak terulang kembali.

Misalnya dengan membangun sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung, atau membuat kebijakan untuk mengantisipasi tidak menentunya musim yang berpengaruh pada tidak bisa tanam atau gagal panen.

Marwan menyatakan kementerian terkait, yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, harus duduk bersama untuk menyatukan persepsi guna mengantisipasi dampak negatif dari kelangkaan bawang sekaligus mencari solusi yang tidak merugikan salah satu pihak.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan tidak layak kenaikan harga bawang putih menyebabkan tingginya inflasi di Indonesia. Hatta mengatakan bawang putih saat ini mengontribusikan sekitar 0,12 persen ke total inflasi Februari 2013 yang sebesar 0,75 persen.

Sementara, kontribusi produksi bawang putih dari petani lokal sendiri baru mencapai 5 persen, sisanya masih impor. "Jadi kita harus menjaga stabilitas harga bawang putih. Produksi bawang putih ditingkat petani harus kita dorong, dan jangan sampai kita ganggu," kata Hatta.

Reporter : Erdy Nasrul
Redaktur : Djibril Muhammad
1.623 reads
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Kemenlu Curigai Ada Oknum Permainkan Diyat

Jadi Ketua BK DPR, Trimedya Gantikan M Prakosa

DPR Harap Bahrain Buka Kedutaan di Indonesia