Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Importir: Ada Kartel Permainkan Harga Bawang Putih

Kamis, 14 Maret 2013, 16:14 WIB
Komentar : 0
Republika/Aditya Pradana Putra
Pedagang mengambil bawang putih impor dari Cina untuk ditimbang di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (13/3).

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta -- Importir menduga keberadaan kartel yang memainkan harga bawang putih. Kartel ini merupakan importir yang diberikan kuota teramat besar oleh pemerintah.

"Ada satu importir yang memiliki tiga hingga empat perusahaan, jadi bisa mendapatkan 2000 ton (bawang putih)," ujar Wakil Ketua Gabungan Importir Hasil Bumi Indonesia (GISIMINDO) Bob. B. Budiman, di Jakarta, Kamis (14/3). 

Bob mengatakan, pembagian kuota bawang putih tidak merata. Importir tertentu mendapatkan setengah dari jumlah kuota yang dikeluarkan Kementerian Pertanian (Kementan) sebesar 160 ribu ton.

Jumlah importir bawang putih tercatat sebanyak 114 perusahaan. Namun GISIMINDO menemukan 80 ribu ton bawang putih diberikan kepada 21 perusahaan. 

Pihaknya pun mempertanyakan pertimbangan penetapan kuota bawang putih. Pemerintah dinilai pilih kasih dan mengundang keberadaan spekulan yang kemudian menentukan harga pasar.

Spekulan mampu menimbun bawang karena memiliki banyak pasokan yang disimpan di gudang. "Importir bermodal besar pun umumnya memiliki beberapa perusahaan," ujar Bob.

Ia pun mengusulkan, pemakaian nama importir  dalam mengajukan permohonan Rekomendasi Impor Hortikultura (RIPH). Selama ini pengurusan memakai nama perusahaan.

 

Reporter : Meiliani Fauziah
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.685 reads
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Bawang Mahal, SBY Marahi Menteri Karena Saling 'Serang'