Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Bawang Mahal, SBY Marahi Menteri Karena Saling 'Serang'

Kamis, 14 Maret 2013, 15:20 WIB
Komentar : 0
Antara/Prasetyo Utomo
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berdiskusi dengan Wapres Boediono ( kedua kanan) saat rapat kabinet terbatas di kantor kepresidenan, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dalam rapat terbatas bidang ekonomi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan pada kondisi pangan belakangan ini.

Terlebih terhadap tiga komoditas yang mengalami kenaikan harga, yakni bawang merah, bawang putih, dan daging. Ia mengaku mengikuti perkembangan tentang kenaikan harga komoditas pangan.

Presiden menilai jajarannya belum melakukan tindakan yang semestinya. “Saya belum melihat langkah-langkah yang lebih serius dan nyata dan kemudian masalah itu bisa diatasi oleh jajaran terkait,” katanya, Kamis (14/3).

SBY justru melihat jajarannya saling menyerang dan menyalahkan atas kondisi naiknya sejumlah komoditas pangan. “Saya malah mendengar seperti saling menyalahkan satu kementerian ke kementerian lain. Ini buruk,” tegas SBY.

Baginya, hal tersebut tidak sepatutnya terjadi. Para menteri terkait seharusnya bertindak dan segera mengatasi masalah tersebut dengan duduk bersama dan melakukan stabilisasi harga. “Ini tidak boleh begini,” katanya lagi.

Presiden pun mencontohkan, krisis 2008 yang bisa ditangani dengan bekerja berhari-hari, siang dan malam. Karena itu, ia menilai, kalau tingkatannya masih sekitaran tiga komoditas yang mengalami kenaikan tidak wajar, maka seharusnya segera dicarikan solusi yang tepat.

“Rakyat memerlukan kepastian solusi apa yang bisa dilakukan oleh kementerian terkait. Saya mendengarkan dalam talk show, seminar. Bukan itu! Kerja nyata, duduk bersama lalu solusinya apa,” katanya.

Jika persoalan tersebut tak bisa ditemukan solusinya, lanjut SBY, bisa dibawa ke meja presiden untuk diputuskan. “Kalau memang saudara tidak klop, bawa ke tempat saya. Saya putuskan. Tapi saya masih yakin sebenarnya ini bisa diatasi,” katanya. 

Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
3.417 reads
Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Pemerintah Segera Putuskan Nasib Ratusan Kontainer Bawang Putih