Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pemprov Jatim Upayakan Bawang di Pelabuhan Bisa Dikeluarkan

Rabu, 13 Maret 2013, 15:49 WIB
Komentar : 0
Bawang putih impor di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (10/12). (Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berupaya agar ribuan ton bawang putih impor yang tertahan di terminal pelabuhan Tanjung Perak segera keluar. Upaya ini dimaksudkan untuk segera menstabilkan harga dan pasokan bawang putih di wilayah Jawa Timur.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mengatakan, pemprov sudah menyiapkan tiga langkah untuk mengantisipasi kenaikan harga bawang putih. "Kita minta importir lengkapi administrasinya agar bawang ini segera keluar dari pelabuhan, agar pasokan dan harga kembali normal," ujar Wakil Gubernur yang akrab disapa Gus Ipul ini, Rabu (13/3).

Ia mengakui, persediaan bawang putih di wilayah Jatim saat ini masih membutuhkan pasokan dari luar, khususnya impor dari Cina. untuk itu, arus impor bawang yang saat ini tertahan di pelabuhan harus dilancarkan kembali. Akan tetapi, jelas dia, Pemprov tidak bisa memaksa mengeluarkan bawang begitu saja. Karena importir perlu melengkapi administrasi yang masih kurang.

Selanjutnya, untuk mengatasi kelangkaan. Pemprov akan mendatangkan pasokan bawang putih dari luar daerah. "Kita sudah berkoordinasi untuk mendatangkan pasokan dari Jateng dan NTB," ujarnya. Untuk mengatisipasi penimbunan. Gus Ipul menginstruksikan Dinas Perdagangan segera melakukan operasi pasar di seluruh wilayah Jatim.

Ketua Komisi B bidang Perekonomian DPRD Jatim, Agus Sudono mengatakan, pihaknya akan segera memanggil Pemprov terkait tingginya harga bawang putih di Jatim. DPRD Jatim berencana akan memanggil Pemprov untuk menjelaskan langkah antasipasi kenaikan harga bawang ini.

"Kita minta Pemprov segera mengambil langkah cepat kenaikan harga bawang ini," kata Agus. Pihaknya pun akan segera berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk melancarkan kembali arus impor bawang ini agar pasokan di wilayah Jatim kembali normal.

Manager Operasional Terminal Petikemas Surabaya (TPS) PT Pelindo III, Rumaji mengatakan, permasalahan tertahannya puluhan kontainer bawang putih impor di Pelabuhan Perak, karena masalah administrasi. Dua pihak importir, PT Citra Gemini Mulya dan PT Amanah Jaya Abadi tidak melengkapi  dokumen rekomendasi impor produk hortikultura (RPIH) dan surat persetujuan impor (SPI).

"Apabila pihak importir tidak segera mengurus dokumen itu akan segera direekspor ke negara asal, dan bila telah melewati 14 hari sejak kontainer di tahan 6 Maret lalu maka akan segera dimusnahkan," ujar Rumaji.

Reporter : amri amrullah
Redaktur : Taufik Rachman
648 reads
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Ginandjar Kartasasmita Temui PM Jepang Shinzo Abe