Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Dahlan Lapor Tender PLN ke KPK Jadi Gunjingan di DPR

Senin, 11 Maret 2013, 15:35 WIB
Komentar : 0
Menteri BUMN Dahlan Iskan memenuhi panggilan DPR dalam rapat kerja dengan Komisi VII di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (13/11). (Antara/Rosa Panggabean)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - DPR RI menilai laporan Menteri BUMN Dahlan Iskan ke KPK terkait tender PLTU Kaltim dan Riau memiliki maksud lain. Menurut anggota Komisi VI Abdul Kadir Kading, Dahlan kemungkinan memiliki motif politis dalam laporannya ke KPK, pada Februari lalu itu.

"Kalau ada motif politik wajar," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) PLN, Deputi Kementerian BUMN dan Komisi VI DPR, Senin (11/3). "Dalam dunia seperti ini, mencari panggung politik wajar," katanya lagi menambahkan.

Namun, ditegaskan dia, menggunakan institusi yang berada di bawahnya untuk kepentingan pribadi salah. Dikatakannya, menjadi tidak wajar gunakan institusi seperti Kementerian BUMN dan PLN untuk kepentingan politik. "Sehingga mau tidak mau Dahlan harus diundang," katanya.

Ia mengatakan Dahlan harus dimintai keterangan maksud dan tujuannya mengapa kedua institusi ini dilibatkan. Anggota lain, Imran Mucthar menilai laporan Dahlan bagian dari lawakan Mantan Dirut PLN itu saja. "Ini lawak. Permainan lawak. Ini pasti pencitraan. Kita akan ingatkan saja (Dahlan)," katanya menegaskan.

Sementara itu, anggota Komisi VI dari Fraksi Demokrat Ferrari Romawi tindakan Dahlan membawa KPK tak bijak. "Seharusnya sebagai Menteri BUMN bila ingin mengklarifikasi dia mengaudit ini ke BPK," katanya.

Sebelumnya, Dahlan memohon KPK melakukan penyidikan dan penyelidikan atas isu kongkalikong tender PLTU Kaltim dan Riau. Ia mengaku khawatir, ada yang menyalahgunakan namanya dalam tender tersebut. 

"Ada orang yang mengadu kepada saya, harganya lebih rendah kok kalah ya, kok penawaran lebih rendah kok kalah,'' ujarnya.

Terdapat dugaan penyimpangan sebesar Rp 50 miliar di PLTU Kalimantan Timur, namun kerugian di PLTU di Riau belum diketahui.

Reporter : Sefti Oktarianisa
Redaktur : Djibril Muhammad
4.086 reads
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

IDI: Pasien Rawat Inap Perlu Diseleksi

KRI Diponegoro 365 Berangkat ke Lebanon

Menakertrans: Kuwait Butuh 2.000 TKI Formal dari Indonesia