Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

DPR: Aneh, Dahlan Laporkan Dirinya Sendiri ke KPK

Senin, 11 Maret 2013, 12:27 WIB
Komentar : 1
Republika/Yasin Habibi
Menteri BUMN Dahlan Iskan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat Azam Azman Natawijana menilai terdapat keanehan dalam kasus laporan Menteri BUMN Dahlan Iskan ke KPK.

Sebelumnya Dahlan melaporkan tender PLTU Kaltim 2 kali 110 mega watt (mw) dan PLTU Riau 2 kali 20 mw yang dianggapnya menyalahi aturan pada Februari lalu.

Pasalnya meski Dahlan yang melaporkan, ternyata ia juga yang menyetujui dan menandatangani penunjukan pemenang tender. Ini dilakukan Dahlan, saat dirinya masih menjabat sebagai Direktur Utama PLN 2009 lalu.

"Dahlan memutuskan sendiri, menandatangani sendiri, lalu melaporkan sendiri," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) PLN, Deputi Kementerian BUMN dan Komisi VI DPR, Senin (11/3). "Bagaimana ini bisa terjadi, ini kan aneh. Mau cari panggung atau bagaimana?," katanya menambahkan.

Karenanya, ia meminta Dahlan dihadirkan untuk menjelaskan soal ini. Ia pun meminta PLN dan Kementerian BUMN menjelaskan dan membawa data-data tender yang dulu dilakukan. "Ini kan ada masalah besar. Harus dijelaskan ini," katanya menegaskan.

Sementara itu Deputi Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN, Iman A Saputro mengatakan laporan Dahlan sebenarnya terkait upaya untuk membendung rumor negatif yang beredar. "Beliau lapor ke KPK untuk mengetahui tender ini benar atau tidak," katanya.

Hal senada juga ditegaskan Dirut PLN Nur Pamudji. Menurutnya Dahlan hanya ingin memastikan proses penunjukan pemenang yang dilakukan, apakah sudah sesuai aturan yang berlaku atau tidak.

"Pak Dahlan ingin mengklarifikasikan kecurangan tak terjadi. Karena di luar beredar isu ada kecurangan," katanya. "Dia memang melaporkan dirinya kepada KPK. Jadi dia ingin meng-clear-kan," ujarnya.

Sebelumnya, Dahlan memohon KPK melakukan penyidikan dan penyelidikan atas isu kongkalikong tender PLTU Kaltim dan Riau. Dirinya khawatir, ada yang menyalahgunakan namanya dalam tender tersebut. 

"Ada orang yang mengadu kepada saya, harganya lebih rendah kok kalah ya, kok penawaran lebih rendah kok kalah,'' ujarnya.

Terdapat dugaan penyimpangan sebesar Rp 50 miliar di PLTU Kalimantan Timur namun kerugian di PLTU di Riau belum diketahui.

Reporter : Sefti Oktarianisa
Redaktur : Djibril Muhammad
17.711 reads
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. ((QS. Al-Baqarah [2]:107))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  katib Senin, 11 Maret 2013, 18:56
Keledai aza TIDAK terperosok DUA KALI ke lubang yang SAMA.
Maklum setelah MOBIL LISTRIK GAGAL belum ada sensasi lagi.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...