Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ini Kronologi Meninggalnya Ana Versi Kemenkes

Minggu, 10 Maret 2013, 20:23 WIB
Komentar : 0
kemenkes.go.id
Kemenkes

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan berita penolakan rumah sakit (RS) terhadap Ana Mudrika (14 tahun) tidak benar.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes Murti Utami mengatakan Ana telah ditangani secara maksimal. Dalam siaran pers yang diterima Republika Online, Ahad (10/3), tim Direktorat Bina Upaya Kesehatan Kemenkes telah memperoleh kronologi kejadian dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Pada Jumat (8/3), pasien masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Islam Sukapura dengan diagnosis Illeus Obstruktif +Sepsis, pre Op Laparatomi cyto, yaitu penyumbatan saluran pencernaan (usus) dan terdapat infeksi sehingga membutuhkan tindakan laparotomi.

Pihak RS lalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dan persetujuan tindakan operasi. Setelah ada persetujuan, persiapan operasi segera dilakukan.

Namun, hasil pemeriksaan praoperasi memutuskan operasi ditunda, karena pasien membutuhkan perawatan. Saat itu dilakukan tindakan perbaikan kondisi umum. Selama perawatan, kondisi warga Jalan Inspeksi Kali Cakung Lama, RT 02/10, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara tersebut menurun sehingga harus dipindahkan ke Intensive Care Unit (ICU).

Menjelang dini hari, kondisi pasien memburuk. Sekitar pukul 06.00 WIB dilakukan inkubasi dan Resusitasi Jantung-Paru (RJP). Namun, pasien tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pada Sabtu pagi (9/3) pukul 09.40 WIB.

Pihak RS Islam Sukapura menyatakan pihak keluarga sangat kooperatif selama proses pengobatan dilakukan. Semua tindakan, prosedur, bahkan risiko yang dapat terjadi pada pasien telah disampaikan kepada pihak keluarga. Pihak keluarga juga tidak mengeluhkan penanganan Ana selama di ruang perawatan dan ICU.

Satu hal yang dikeluhkan pihak keluarga adalah biaya ambulans dan pemulasaraan jenazah yang dibebankan pada keluarga. Pihak RS mengatakan biaya tersebut tidak ditanggung Jamkesda atau Kartu Jakarta Sehat (KJS).

Berdasarkan informasi yang masuk ke Pusat Komunikasi Publik Kemenkes, sebelum mendapatkan perawatan di RS Islam Sukapura pasien sebelumnya mendapat pertolongan pertama di RS Firdaus Sukapura pada Rabu (6/3).

RS Firdaus Sukapura memiliki satu ruang ICU dan dalam keadaan tersedia. Pasien ditangani dengan baik, tapi pihak keluarga berinisiatif mencari ICU di RS lain. Hal ini karena RS Firdaus Sukapura belum bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait Jamkesda.

Pihak keluarga lalu mencari ke RS Islam Sukapura, tapi kamar dan ICU penuh. Selanjutnya, pihak keluarga mencari ke RS Mulyasari, RS Pelabuhan dan RS Koja. Sayangnya, enam unit ICU yang dimiliki dalam keadaan penuh. Sedangkan dua rumah sakit lainnya belum memiliki fasilitas ICU. Beruntung, pada saat itu pihak RS Islam Sukapura menelepon pihak keluarga untuk menyatakan kesiapan menolong dan memberikan informasi mengenai ketersediaan ruangan dan fasilitas.

"Kemenkes menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga pasien yang ditinggalkan. Pada kesempatan ini, Kemenkes juga mengapresiasi RS Islam Sukapura atas tindakan aktif dan kesigapan memberikan pertolongan kepada pasien yang membutuhkan," ujar Murti.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Heri Ruslan
1.325 reads
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Jumhur: Jangan Lecehkan TKI

KNPI: Pemuda Harus Memiliki Karakter Pancasila