Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jumhur: Jangan Lecehkan TKI

Minggu, 10 Maret 2013, 20:14 WIB
Komentar : 0
Antara/Ujang Zaelani
Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jumhur Hidayat berharap agar masyarakat untuk tidak melecehkan tenega kerja Indonesia (TKI).

''TKI sebagai penyumbang devisa terbesar kepada negara. Masih banyak penduduk Indonesia ini yang 'disuapi' TKI, yakni lebih dari 30 juta penduduk. Jadi, saya marah jika ada yang memandang sebelah mata TKI, jangan melecehkan mereka,'' ujar Jumhur di Jakarta, Ahad (10/3).

Diungkapkan Jumhur,  sekitar Rp 100 miliar dari devisa TKI masuk ke desa-desa di seluruh Indonesia per tahunnya. ''Perjuangan TKI patut diapresiasi oleh masyarakat yang cenderung kurang menghargai jasa mereka. Kami larang mereka (TKI) untuk tidak pergi juga tidak bisa, mereka tetap pergi,'' ungkapnya.

Jumhur juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu menyalahkan TKI jika di antaranya menjadi korban kekerasan yang seringkali menimpa. ''Jadi harus dicamkan kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka," tuturnya yang juga berpendapat peran imigran sangat berpengaruh terhadap perputaran roda ekonomi si suatu negara.

Jumhur menjelaskan negara yang menganut sistem imigrasi progresif lebih cepat peningkatannya ekonominya daripada negara yang menganut sistem imigrasi konservatif. ''Sistem imigrasi progresif ini mempermudah orang untuk masuk ke dalam suatu negara. Tidak peduli dia bisa bahasa apa, yang penting dia dibutuhkan olah negara tersebut maka dia bisa masuk,'' jelasnya.

Juga dijelaskan Jumhur, sistem imigrasi konservatif lebih mempersulit imigran untuk masuk ke dalam suatu negara dan perekonomiannya cenderung menurun.

''Karena itu, kita harus lebih terbuka dan kerja keras agar imigran, terutama TKI bisa lebih baik. Tidak hanya beraksi tapi harus bermimpi tidak hanya merencanakan, tapi percaya,'' jelasnya lagi.

Reporter : rusdy nurdiansyah
Redaktur : Heri Ruslan
1.014 reads
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

KNPI: Pemuda Harus Memiliki Karakter Pancasila

Buku Islam Terdongkrak Media Sosial