Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ingin Tahu Kaitan Bahasa dan Kode Etik Jurnalistik? Ikuti Seminar Ini

Minggu, 10 Maret 2013, 17:29 WIB
Komentar : 0
Jurnalistik

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Masalah kode etik jurnalistik hingga saat ini masih disorot banyak kalangan. Terutama menyangkut independensi wartawan saat menulis beritanya.

Kode Etik Jurnalistik mengamanatkan agar wartawan independen dalam sikap, sehingga  karya yang dihasilkan berimbang, objektif, dan tidak memihak. Namun, apakah ‘independen’ juga diperlukan dalam berbahasa? Jika ‘ya’, dalam hal apakah seorang wartawan harus independen dalam soal bahasa ini? Bolehkan sikap tersebut ‘menabrak’ kaidah bahasa yang berlaku? Ataukah hanya dalam kaitan dengan penggunaan pilihan kata yang bisa jadi berbeda dengan yang disampaikan oleh narasumber?

Berbagai pertanyaan soal Kode Etik Jurnalistik dan bahasa, akan akan dibahas dalam diskusi bahasa bertema “Kode Etik Jurnalistik dan Penggunaan Bahasa dalam Pemberitaan” yang diselenggarakan Forum Bahasa Media Massa (FBMM) bekerja sama dengan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara dan Kemenkopolhukan pada Kamis 14 Maret 2013 di Auditorium Adhyana, Wisma Antara Lantai II, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Akan hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut Wina Armada Sukardi, anggota Dewan Pers 2008 – 2013 yang membidangi masalah kode etik jurnalistik; Dr. Dendy Sugono, mantan Kepala Pusat Bahasa Depdiknas (kini Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdiknas), Ahmad Kusaeni dari LKBN Antara; dan J.Kristiadi dari CSIS. Sebagai moderator adalah T.D.Asmadi, Ketua FBMM.

Wina Armada antara lain akan membahas masalah kode etik dan penerapannya berkaitan dengan bahasa. Juga kasus-kasus yang terjadi karena ketidaktepatan bahasa. Dendy Sugono tentang pilihan kata agar tidak melanggar kode etik. Syarat apa sajakah agar pilihan kita tepat, sesuai dengan fakta.

Ahmad Kusaeni akan membicarakan berbagai masalah dalam praktik penegakan kode etik yang berkaitan dengan bahasa. Sebagai praktisi dia memiliki segudang pengalaman berkaitan dengan penegakan kode etik.

Sedangkan J.Kristiadi akan mengemukakan penjelajahan dan pendalamannya tentang berbagai ketidaktepatan media yang berkaitan dengan bahasa dan juga isi.
Diskusi akan dimulai pukul 12.00 didahului dengan makan siang. Setelah pembukaan akan ada pidato kunci dari Seskemenkopolhukam. Para pegiat media, baik yang cetak maupun yang elektronik diharapkan kehadirannya dalam rangka memperkuat profesi dan ketrampilan berbahasa. Masyarakat  umum pun, termasuk para guru bahasa, diundang menghadiri diskusi yang tanpa dipungut biaya ini.




Reporter : Niken Paramitha Wulandari
Redaktur : M Irwan Ariefyanto
856 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Elpiji 12 Kg..Naik ..Tidak...Naik..Tidak...