Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Calon Golkar Kalah Terus, Ini Analisisnya

Sabtu, 09 Maret 2013, 09:44 WIB
Komentar : 0
Partai Golkar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Golkar selalu menerima hasil buruk di tiga pemilihan gubernur (Pilgub), yaitu di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Sumatra Utara. Hal itu memperlihatkan Golkar, selalu salah dalam menetapkan calon. Padahal, dari sisi sumber daya manusia, infrastruktur mesin partai, dan logistik politik, Golkar punya modal kuat memenangi pemilukada.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid menganalisis, pemilukada adalah ajang menjual figur. Kebijakan tepat partai dalam mengusung figur, bisa berdampak pada kans untuk menang. 

Ia mencermati, dalam tiga Pemilukada di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatra Utara, Golkar mengusung calon yang tidak populer di mata masyarakat. Di DKI, Golkar mengusung Alex Noerdin, di Jabar yang maju adalah MS Syafiuddin alias Yance, dan di Sumut mengusung Chairuman Harahap. Ketiganya keok dengan hasil suara mengenaskan.

"Namun, yang menjadi kelemahan Golkar saat berkompetisi di Pemilukada, selalu salah memilih calon. Golkar selalu mengajukan calon yang dari sisi elektabilitas lemah," kata Husin, Sabtu (9/3). 

Husin mengingatkan, dengan mengusung calon yang lemah dari sisi elektabilitas, sulit mendongkrak jagoan partai berlambang beringin itu bisa berbicara banyak di pemilukada. Pasalnya, dalam pemilukada, yang namanya infrastruktur partai, hanya menentukan 30 persen kemenangan. "Lebih utama adalah figur," katanya. 

Reporter : erik purnama putra
Redaktur : Endah Hapsari
3.012 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...