Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Seorang pengunjuk rasa menangis terharu usai menyaksikan aksi teatrikal peringatan Hari Perempuan Sedunia di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (8/3). (Republika/Rakhmawaty La\'lang)

  • Sejumlah perempuan memperingati Hari Perempuan Sedunia dengan melakukan aksi longmarch di Bundaran HI menuju Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (8/3). (Republika/Rakhmawaty La\'lang)

  • Salah seorang peserta aksi menggambar mural saat memperingati Hari Perempuan Sedunia di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (8/3). (Republika/Rakhmawaty La\'lang)

  • Sejumlah perempuan melakukan aksi longmarch memperingati hari perempuan Sedunia menuju Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (8/3). (Republika/Rakhmawaty La\'lang)

  • Sejumlah perempuan melakukan aksi longmarch memperingati hari perempuan Sedunia menuju Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (8/3). (Republika/Rakhmawaty La\'lang)

In Picture: Aksi Longmarch Peringati Hari Perempuan Sedunia

Jumat, 08 Maret 2013, 21:10 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ribuan massa perempuan melakukan aksi longmarch dari Bundaran HI menuju Istana Merdeka,Jakarta Pusat, Jumat (8/3).

Dalam aksi peringatan Hari Perempuan Sedunia tersebut, mereka menyerukan kepada semua pihak untuk menghentikan kekerasan, diskriminasi, dan pemiskinan perempuan.

Redaktur : Mohamad Amin Madani
2.515 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

UN SD Tetap Tiga Mata Pelajaran

Mendagri Akui Partisipasi Pemilih Menurun

'Indonesia Perlu Miliki Definisi Berbeda Soal Terorisme'