Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

BNPT Tolak Usulan Pembubaran Densus 88

Jumat, 08 Maret 2013, 19:59 WIB
Komentar : 0
Antara
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wacana pembubaran Detasemen Khusus (Densus) 88 masih jadi isu hangat di tengah pembicaraan masyarakat. Usulan pembubaran Densus 88 ini terkuak dari sejumlah organisasi kemasyarakatan.

Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsudin berujar, dengan polah Densus 88 yang dinilai melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dalam menghadapi teroris, dapat menciptakan stigmatisasi Islam. Ragam tanggapan pun bermunculan, sejumah pihak mendukung kuat usulan tersebut, tapi tak sedikit yang menolak.

Penolakan usulan ini juga disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Lembaga ini justru menilai, adanya saran agar Densus 88 dibubarkan merupakan sebuah bentuk kekonyolan. BNPT menambahkan, kekonyolan itu semakin menjadi tatkala alasan penegakan HAM digunakan untuk menumbangkan Densus 88.
 
“Mungkin masyarakat belum pernah berhadapan langsung dengan teroris. Percayalah, mereka itu orang jahat sejahatnya orang, salah sedikit, masyarakat mati,” kata Kepala BNPT, Ansyaad Mbai ketika dihubungi, Jumat (8/3).
 
Ansyaad berujar, langkah pihak-pihak yang menginginkan korps ini bubar hanyalah upaya menjatuhkan kesuksesan yang sudah dicetak Densus 88. Bahkan dengan tegas dia merasa curiga bahwa permintaan bubarnya Densus 88 sengaja dihembuskan agar detasemen antiteror ini kehilangan fokus. “Saya yakin ini ada yang kompor-kompori,” ucapnya.
 
Dikatakannya, Densus 88 di lapangan harus berhadapan dengan teroris. Mati seolah sudah menjadi kontrak yang harus dijalani mereka dalam membasmi teroris di bumi Indonesia. Permintaan pembubaran Densus 88, kata dia, seakan membuang semua perjuangan korps tersebut. “Jadi teroris ini harus diapakan? Anda tau lah seperti apa beringasnya mereka. Kalau Densus 88 bubar, teroris bisa bangkit lagi,” kata dia.

Reporter : Gilang Akbar Prambadi
Redaktur : Dewi Mardiani
991 reads
Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya(HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

NU: Kemenag Belum Bertaji Selesaikan Konflik Agama

Kemendikbud Diblokir, Ribuan Penerima Beasiswa Terancam 'Drop Out'

Habibie: Polri Seharusnya di Bawah Mendagri