Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Habibie: Polri Harus di Bawah Mendagri

Jumat, 08 Maret 2013, 19:18 WIB
Komentar : 0
Antara/Agus Bebeng
Mantan Presiden, BJ Habibie.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Kasus penyerangan Markas Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan oleh prajurit Armed 15/76 Tarik Martapura Kodam II/Sriwijaya mendapat perhatian BJ Habibie.

Presiden Republik Indonesia ketiga itu menilai konflik Polri dan TNI hanya bisa diselesaikan lewat penataan sistem pemerintahan.
 
Menurut Habibie, seharusnya institusi kepolisian harus berada di bawah kendali Kementerian Dalam Negeri. Hal itu terkait dengan posisi TNI yang berada di bawah Kementerian Pertahanan. Kebijakan itu harus diambil untuk mengembalikan pemisahan fungsi keamanan dan pertahanan.
 
“Apa yang terjadi dengan Polri saat ini merupakan penyimpangan agenda reformasi. Seharusnya Polri di bawah Mendagri (menteri dalam negeri), TNI di bawah koordinasi Menteri Pertahanan,” ujar Habibie dalam ‘Sarasehan Pembangunan Nasional, Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan’ di Jakarta, Jumat (8/3).
 
Habibie menilai, pengalihan fungsi koordinasi itu sangat penting untuk membuat Polri bisa lebih diatur. Dengan koordinasi di bawah Mendagri, maka pengaturan kepolisian jauh lebih mudah daripada langsung di bawah koordinasi presiden. Dikonfirmasi apakah hal itu berarti Polri tidak bertanggung jawab kepada presiden, Habibie menegaskan, “Ya!”
 
Habibie menganalisis, bentrokan yang melibatkan anggota Polri dan TNI di OKU bukan merupakan cerminan institusi. Melainkan melibatkan kepentingan lebih luas.

“Jadi, ini bukan merupakan konflik TNI-Polri,” kata mantan menteri Riset dan Teknologi itu.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Heri Ruslan
2.457 reads
Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi(HR Bukhori-Muslim)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Ini Pemicu Pembakaran Mapolres OKU Versi Panglima TNI

Mengenal Sosok Populer Rasulullah di Buku 'Think Muhammad'

Panglima TNI: Ada Indikasi Beberapa Anggota TNI Lakukan Pelanggaran