Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hatta Heran Kenaikan Harga Bawang Putih Ikut Picu Inflasi

Jumat, 08 Maret 2013, 16:36 WIB
Komentar : 0
Pekerja menyusun bawang putih impor saat bongkar muat di Pasar Induk Kramat Jati,Jakarta,Senin (10/12). (Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan tidak layak kenaikan harga bawang putih menyebabkan tingginya inflasi di Indonesia.

Hatta di Yogyakarta, Jumat mengatakan bawang putih saat ini mengontribusikan sekitar 0,12 persen ke total inflasi Februari 2013 yang sebesar 0,75 persen.

Sementara, kontribusi produksi bawang putih dari petani lokal sendiri baru mencapai 5 persen, sisanya masih impor.

"Jadi kita harus menjaga stabilitas harga bawang putih. Produksi bawang putih ditingkat petani harus kita dorong, dan jangan sampai kita ganggu," kata Hatta saat mengunjungi galeri lukisan pelukis Nasirun.

Selain itu, kata Hatta, pemerintah akan membatasi impor bawang putih, supaya petani menikmati tingginya harga. "jangan kita banjiri dengan bawang impor. Sambil kita tetap melindungi petani, tetapi kami tetap menjaga harga stabil, supaya petani tetap menikmati harga bawang," kata Hatta.

Ia mengatakan, impor bawang hanya dilakukan sebagai pelengkap saat terjadi kekosongan dalam negeri dan musim paceklik. "Kita impor bawang itu supaya tidak terjadi inflasi. Kalau terjadi inflasi, pukulannya pada semua. Ya kita akan atasi," kata dia.

Sebelumnya, harga bawang putih ditingkat pasar tradisional di Yogyakarta harga bawang putih kualitas super stabil tinggi berkisar Rp38.000 -Rp42.000/kg. Sementara bawang merah mencapai Rp30.000/kg.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
747 reads
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Hapus Mark Up Anggaran, Sohibul Usulkan Pre Audit

PKS: Agus Marto Kurang Klop Jadi Gubernur BI

Gerindra: TNI dan Polri Harus Kikis Ego Sektoral