Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hapus Mark Up Anggaran, Sohibul Usulkan Pre Audit

Jumat, 08 Maret 2013, 16:27 WIB
Komentar : 0
Republika/Yasin Habibi
Wakil Ketuai DPR, Sohibul Iman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seringnya keuangan negara bocor utamanya dalam berbagai proyek mendapat sorotan tajam Wakil Ketua DPR Sohibul Iman. Salah satu solusi dari politisi PKS itu adalah melakukan pre audit.

Selama ini audit dilakukan setelah proyek dijalankan. Akibatnya pemborosan anggaran menjadi lubang menganga untuk bancaan anggaran."Pre audit ini betul-betul meminimalisir bocor dan mark up anggaran," ungkapnya saat bertandang ke Republika, Jumat (8/3).

Sohibul mencontohkan Inggris sudah melakukan prea audit saat ditunjuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2012. Setelah anggaran disetujui legislatif, dilakukan pre audit yang hasilnya masih bisa dihemat jutaan euro. "UU tak masalah dengan pre audit karena yang disebut hanya audit saja, bisa sebelum atau sesudah," imbuhnya.

Tugas tersebut dalam kacamata Sohibul, bisa dibebankan kepada BPK sehingga tidak membebani anggaran negara. "Kalaupun perlu menggunakan auditor independen tak masalah. Keluarkan sekian demi menyelamatkan yang lebih banyak," tegasnya.

Redaktur : Hafidz Muftisany
6.579 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2[:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

PKS: Agus Marto Kurang Klop Jadi Gubernur BI

Gerindra: TNI dan Polri Harus Kikis Ego Sektoral

Tiga Solusi Tekan Anggaran Bocor Ala Sohibul Iman