Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Dianggap Sibuk Urusi SMS Yuni Shara, Ini Komentar untuk BNN

Sabtu, 09 Maret 2013, 04:14 WIB
Komentar : 0
logo BNN

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG---Badan Narkotika Nasional harus fokus pada penanganan kasus narkoba Raffi Ahmad dan tidak terpengaruh rumor SMS Yuni Shara yang beredar di tengah publik, kata Presiden Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Haji M. Jusuf Rizal.

Akan tetapi, jika benar transkrip itu keluar dari Raffi Ahmad, dia bisa terjerat kasus hukum lain terkait dengan penyadapan ilegal dan mengedarkan SMS orang lain. Sebaliknya, andai kata benar "short message service" (SMS) itu, Yuni Shara layak memperoleh apresiasi, katanya melalui surat elektronik.

Presiden Lira H.M. Jusuf Rizal mengemukakan hal itu ketika merespons beredarnya transkrip SMS Yuni Shara dengan pihak Kepolisian tentang Raffi Ahmad terkait masalah pemakaian narkoba pada November 2012.

Menurut Jusuf Rizal, BNN harus fokus pada penanganan masalah hukum Raffi Ahmad dalam dugaan penggunaan narkoba. Masalahnya, jika BNN goyah, upaya pemberantasan narkoba di Indonesia bisa gagal.

Ia menegaskan bahwa penegakan hukum akan memberikan efek jera kepada siapa pun, tanpa kecuali agar masyarakat tidak mencoba-coba menjadi pemakai, apalagi mengedarkan narkoba.

"Kita bisa bayangkan jika BNN tidak fokus pada penanganan masalah hukum terkait dengan dugaan pemakaian narkoba dengan tersangka Raffi Ahmad, BNN sebagai institusi citranya akan hancur di mata masyarakat," ujarnya.

Selain itu, BNN dianggap main-main dan efeknya pemberantasan narkoba bisa menjadi kehilangan greget. Oleh karena itu, BNN tidak boleh kalah terhadap siapa pun yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. "Narkoba menjadi musuh bangsa," katanya menekankan.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
7.697 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2[:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...