Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Presiden SBY: Selamatkan WNI di Sabah

Jumat, 08 Maret 2013, 05:34 WIB
Komentar : 0
Presiden SBY

REPUBLIKA.CO.ID, BUDAPEST -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa untuk memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di Sabah. Langkah penyelamatan ini menyusul konflik perbatasan antara Pemerintah Malaysia dengan tentara Kesultanan Sulu, warga Filipina.

"Memang ini adalah sesuatu yang sensitif, tapi tidak boleh kita juga tidak mengambil sikap. Kepada menteri luar negeri sudah saya instruksikan agar manakala mendekati wilayah Indonesia, kita harus punya sikap. Jangan sampai situasinya tambah runyam," kata SBY di Budapest, Kamis (7/3) malam waktu setempat.

SBY menyampaikan keprihatinannya atas berlanjutnya konflik yang telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa itu. Ia berharap kedua pemerintah dapat segera menyelesaikan konflik itu dengan baik.

Sebagai bagian dari anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), SBY mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan diplomasi untuk mendorong penyelesaian masalah.

"Saya dalam waktu dekat juga akan melakukan diplomasi, karena tidak baik (bila insiden itu berlanjut). (Tapi) ini tidak berarti Indonesia mencampuri urusan dalam negeri Malaysia. Tidak," ujar dia.

SBY berharap penyelesaian gangguan keamanan di Sabah oleh Malaysia dapat diselesaikan dengan baik. Pun, ia mengimbau Ketua ASEAN, dalam hal ini Brunei Darussalam, dapat mengambil langkah-langkah proaktif.

Jika diminta, kata SBY, Indonesia siap menyumbang saran dan pendapat untuk mendorong penyelesaian masalah di Sabah.

Redaktur : Citra Listya Rini
Sumber : Antara
1.595 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Pensiun Jadi Presiden, SBY Ingin Buka Warung Nasi Goreng?