Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

'Terorisme Tak Ada Kaitannya dengan Islam!'

Kamis, 07 Maret 2013, 19:53 WIB
Komentar : 0
blogspot.com
Terorisme (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Silaturrahim Organisasi Masyarakat/Lembaga Islam (SOLI) menegaskan terorisme tidak ada kaitan dan tidak benar dikaitkan dengan Islam. Soalnya, karena tidak memiliki dasar ajaran dan akar di dalamnya.

"Penggunaan dalih agama untuk melakukan terorisme adalah pengingkaran dan perlawanan terhadap Islam sebagai agama perdamaian dan kerahmatan bagi seluruh umat manusia dan alam semesta," kata Marwah Daud Ibrahim kepada pers di Jakarta, Kamis (7/3).

Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu membacakan pernyataan bersama para tokoh Muslim dan pimpinan ormas/lembaga Islam tingkat pusat setelah mengadakan pertemuan di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Karena itu, kata Marwan, SOLI menentang secara tegas segala bentuk tindakan terorisme bermotifkan ideologi keagamaan, politik dan kejahatan yang dilakukan individu, kelompok atau negara.

"Terorisme adalah kejahatan terhadap umat manusia dan kemanusiaan. Islam adalah agama yang menjunjung tinggi dan melindungi kehidupan manusia," katanya.

Marwah mengatakan umat Islam memberikan apresiasi atas keberhasilan pemerintah dan aparat keamanan dalam pemberantasan tindak pidana terorisme. Berkat kerja keras aparat keamanan dan dukungan semua pihak, Indonesia mendapat pengakuan internasional dalam pemberantasan terorisme.

"Walaupun demikian, akhir-akhir ini terdapat indikasi pemberantasan terorisme telah menyimpang dari semangat menciptakan keamanan negara, mengesampingkan dimensi kemanusiaan dan menunjukkan adanya unsur tindak kekerasan oleh aparat," tuturnya.

Karena itu, SOLI mendesak pemerintah mengevaluasi kinerja Detasemen Khusus 88 Antiteror dan menggantikan dengan lembaga lain yang lebih kredibel.

"Kami mendesak pemerintah mengevaluasi, mengaudit kinerja -termasuk keuangan-lembaga tersebut dan menggantikannya dengan lembaga baru yang kredibel, profesional dan berintegritas dengan melibatkan unsur-unsur masyarakat," katanya.

Pernyataan bersama itu ditandatangani sedikitnya 22 tokoh Muslim dan pimpinan ormas/lembaga Islam diantaranya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Amirsyah Tambunan, Ketua Presidium ICMI Marwah Daud Ibrahim dan lain-lain.

Sebelumnya, di situs Youtube sempat beredar video kekerasan yang dilakukan beberapa orang berseragam aparat kepolisian yang diduga anggota Densus 88 terhadap seseorang yang disebut-sebut terduga teroris.
Video kekerasan itu memicu pro-kontra di masyarakat termasuk di kalangan Muslim dan ormas/lembaga Islam.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
1.326 reads
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?((QS Ar Rahman))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

PSSI: Laga Lawan Chelsea Kesempatan untuk Pemain Indonesia

JK: Masjid Itu Seperti 'Karung'