Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hatta: Kelas Menengah Atas Harus Taat Pajak

Rabu, 06 Maret 2013, 02:53 WIB
Komentar : 0
Petugas membantu mengisikan SPT Tahunan secara e-Filing di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (22/2). (Republika/Wihdan Hidayat)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengharapkan pertumbuhan kelas menengah atas, seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang membaik, diikuti dengan kepatuhan mereka dalam membayar pajak.

"Kita harapkan orang kaya itu membayar pajak yang benar, sehingga ada kontribusi untuk pembangunan bangsa," ujar Hatta di Jakarta, Selasa malam.

Menurut Hatta, peningkatan kelas menengah atas tersebut merupakan hal yang patut disyukuri karena merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam menyumbang penerimaan negara melalui sektor pajak.

"Tidak dilarang untuk menjadi orang kaya di Indonesia yang penting membayar pajak. Kalau jumlahnya bertambah, seharusnya pajaknya juga bertambah," kata dia.

Hatta juga tidak mengkhawatirkan adanya peningkatan kesenjangan sosial akibat membaik pertumbuhan ekonomi nasional, karena pemerintah selalu menyediakan anggaran untuk bantuan sosial dan subsidi bagi masyarakat kurang mampu.

"Tentu kita harus waspada agar jangan gap itu melebar. Itulah pentingnya program perlindungan sosial dan menjaga subsidi," ujar dia.

Berdasarkan data Bank Dunia, pada tahun 2003 jumlah kelas menengah di Indonesia hanya mencapai 37,7 persen, namun pada 2010 telah mencapai 56,6 persen atau sekitar 134 juta jiwa.

Peningkatan kelas menengah dan produk domestik bruto (PDB) yang pada 2012 tercatat mencapai 3.850 dolar AS, menjadikan Indonesia termasuk salah satu negara dengan pendapatan menengah atas atau "upper middle income countries".

Keberadaan kelas menengah di Indonesia tersebut menjadi faktor utama peningkatan sektor konsumsi dalam negeri yang saat ini menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi nasional, selain investasi.

Peningkatan kelas menengah itu disebabkan oleh beberapa kemungkinan yaitu lingkungan demografi yang menguntungkan, pemulihan siklus kredit serta ledakan komoditas.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
1.487 reads
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Prihatin, Pergaulan Bebas Marak di Aceh