Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pelecehan Guru Terhadap Murid, Ini Komentar Inggrid Kansil

Minggu, 03 Maret 2013, 21:42 WIB
Komentar : -1
Antara
 Inggrid Kansil
Inggrid Kansil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan perempuan, Inggrid Kansil, menyesalkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum Wakil Kepala Sekolah sekaligus guru di salah satu SMU bilangan Matraman, Jakarta Timur.

"Guru merupakan panutan dan teladan bagi muridnya," kata Inggrid kepada wartawan di Jakarta, Ahad (3/3).

Inggrid mengatakan guru merupakan akronim dari kata digugu dan ditiru yang artinya panutan dan teladan. Guru, ujar Inggrid, semestinya memberi contoh baik bukan sebaliknya

Pelecehan seksual di sekolah merepresentasikan sisi kelam dunia dalam pendidikan nasional  yang bermoral, berbudaya dan berkarakter. Inggrid meminta pelaku pelecehan seksual diproses secara hukum.

"Tentunya saya mengutuk keras kejadian tersebut dan diproses secara hukum. Saya mendukung langkah kepolisian menjerat pelaku seberat-beratnya sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku jika terbukti," ujar Inggrid.

Inggrid mengatakan bila terbukti bersalah, oknum guru harus dipecat. Dinas pendidikan tidak usah memberikan toleransi lagi kepada oknum guru yang melakukan pelecahan seksual.

"Saya juga mengusulkan agar oknum guru sekaligus wakil kepala sekolah dipecat dari jabatannya," kata Inggrid.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa Inggrid mengusulkan ke depan perlu adanya peningkatan pendidikan moral (budi pekerti) bagi warga sekolah. Di sisi lain perlunya perlindungan siswa terhadap kekerasan seksual melalui pengawasan dan pengaduan secara transparan bagi warga sekolah.


Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : Citra Listya Rini
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

Agung Laksono: Segera Tangani Persoalan Gizi Buruk

Densus 88 Membuat Marah Umat Islam?