Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kemendagri: Banyak Ormas Memaksakan Garis Pemikirannya

Minggu, 03 Maret 2013, 16:21 WIB
Komentar : 0
Kemendagri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Subdirektorat Ormas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar melansir, terdapat ribuan ormas yang dalam anggaran dasarnya mencantumkan visi-misi, tujuan, dan programnya yang memperjuangkan demokrasi. 

Hal tersebut di satu sisi sangat positif. Namun, kata dia, pengurus terkadang lupa menengok ke dalam diri organisasi untuk melakukan review terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya.

Sebab, kenyataannya terdapat ormas yang memperjuangkan tema-tema demokrasi tadi, menunjukkan bahwa ternyata manajemen internal ormas tersebut tidaklah dikelola secara demokratis. 

"Begitupula aktivitasnya di ruang publik, kerapkali bertindak dengan cara-cara yang tidak demokratis, dan bahkan memaksakan garis pemikirannya sebagai kebenaran mutlak," kritik Bahtiar, Ahad (3/3). 

Kondisi itu dinilainya sebagai fenomena paradoks demokrasi. Padahal, kata dia, negara ini tidaklah sekadar membutuhkan jumlah ormas yang banyak, tetapi lebih menginginkan keberadaan ormas yang berkualitas dengan manajemen yang baik.

Dengan tata kelola organisasi yang sehat sesuai prinsip-prinsip demokrasi, sambungnya, Indonesia bisa lebih kuat dan maju karena masyarakatnya mandiri. Karena itu, kalau ormas tidak diatur dan sesukanya sendiri, maka malah bertentangan dengan prinsip demokrasi yang membatasi seseorang untuk tidak mengganggu hak orang lain.

"Di sini lah letak pentingnya kehadiran RUU Ormas sebagai regulasi untuk menjaga pertumbuhan ormas yang sehat sekaligus menjaga kesinambungan hidup ormas," kata Bahtiar.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Djibril Muhammad
1.854 reads
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

IPW Desak SBY Urusi Penembakan 8 TNI Ketimbang Demokrat

73,5 Persen Orang Miskin Sulit Penuhi Kebutuhan Pangan

FUI Dukung Pembubaran Densus 88 Antiteror Polri