Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Nuh: UN SD 2013 Tetap Berlangsung

Minggu, 03 Maret 2013, 08:58 WIB
Komentar : 0
Republika/ Tahta Aidilla
Mendikbud Mohammad Nuh

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan ujian nasional tingkat sekolah dasar pada 2013 tetap berlangsung. Namun pada 2014, penyelenggaraan UN tersebut terbuka untuk dievaluasi.

"Sejalan dengan Kurikulum 2013 yang akan diterapkan Juli 2013, esensinya ingin memperkuat penilaian yang basisnya proses tetapi juga tidak ingin mempertentangkan antara penilaian yang berbasis proses dengan penilaian yang berbasis output," kata Nuh.

Ia mengatakan penilaian berbasis proses dan penilaian berbasis output dua-duanya penting. Oleh karena itu, pihaknya terbuka untuk melakukan evaluasi sistem penilaian yang saat ini digunakan.

"Prinsipnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak ingin mempertentangkan mana yang penting antara proses atau output. Dua-duanya penting," katanya.

Ia menjelaskan UN adalah output. Sedangkan, rapor adalah proses yang merupakan penilaian keseharian. Tema besarnya bagaimana memperkuat dua basis penilaian tersebut.

Khusus SD, katanya, merupakan wajib belajar sembilan tahun. "Seandainya tidak lulus, mau diapakan. Oleh karena itu, ada pemikiran yang SD dan SMP itu satu kesatuan sesama pendidikan dasar sembilan tahun,'' katanya.

''Evaluasi outputnya yaitu pada saat SMP. Sehingga, SD ke SMP itu ibarat kenaikan kelas," kata Nuh. "Lulusan SD masuk SMP itu menjadi kelas VII. Jadi, ini seperti kenaikan kelas sesama satu jenjang yang namanya jenjang pendidikan dasar.''

''Mereka ada yang memiliki pemikiran UN di SD itu sebaiknya ditiadakan karena ini menjadi satu paket sesama pendidikan dasar," katanya.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
1.004 reads
Jauhkanlah diri kamu daripada sangka (jahat) karena sangka (jahat) itu sedusta-dusta omongan, (hati)(HR Muttafaq Alaih )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...