REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi akrobat pesawat Tim Jet Breatling menghiasi langit Jakarta pada Sabtu siang (2/3). Pertunjukan udara tim asal Prancis di langit Ibukota tersebut merupakan bagian dari rangkaian tur Asia mereka setelah sebelumnya beratraksi di Filipina dan Yogyakarta.
Dengan menggunakan pesawat L39C Albatros, tujuh pilot Breitling terbang landas dari Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Ketujuh pilot tersebut menampilkan aksi-aksi aerobatik menawan dengan kecepatan antara 600 hingga 700 kilometer per jam selama 25 menit.
Sesekali aksi menukik mereka dilakukan hingga kecepatan maksimal 900 kilometer per jam. Jantung penonton beberapa kali dibuat berdebar dengan aksi-aksi ekstrim ketujuh pilot Breitling.
Salah satu aksi paling ekstrim adalah saat pesawat-pesawat jet mereka begerak mendekati ke arah penonton dan secara tiba-tiba bergerak menukik secara horizontal. Usai beratraksi, salah satu pilot tim Breitling, Jacques Bothelin berkomentar, gerakan mendekati penonton dan menukik tersebut merupakan aksi andalan mereka.
"Butuh kecermatan dan kerja sama yang baik untuk melakukan manuver-manuver berbahaya itu. Kesalahan satu orang bisa menyebabkan semuanya celaka," kata Jacques. Dia mengatakan, ketujuh pilot tim Breitling merupakan veteran pilot pesawat tempur dari kesatuan militer negara asal mereka.
"Pengalaman kami menerbangkan pesawat tempur menjadi modal tersendiri bagi tim akrobatik ini," kata Jacques. Mengenai aksi mereka di Indonesia, dia mengatakan, cuaca yang tidak menentu dan karakter kawasan yang bergunung-gunung menjadi tantangan bagi mereka.
"Sebelum di Jakarta, kami sempat terbang di atas Candi Borobudur. Itu adalah pengalaman yang menakjubkan melihat candi terbesar dari sudut yang mungkin orang lain belum pernah," kata Jacques.
Dia dan timnya berharap suatu saat bisa kembali lagi ke Indonesia untuk memberikan atraksi akrobatik terbaru dan lebih menakjubkan. Sementara itu, seorang penonton, Dwi Pras mengatakan atraksi ketujuh pilot Tim Breitling memberikan kesan yang mendalam bagi dirinya.
"Manuver-manuver yang hanya bisa saya lihat di film-film atau televisi akhirnya bisa saya lihat secara langsung," kata Dwi. Dia berharap dapat menyaksikan atraksi udara semacam itu di Indonesia, khususnya Jakarta.
Selain beratraksi, ketujuh pilot juga mengajak penonton untuk terbang bersama (joy flight). Dari ratusan penonton yang hadir, tujuh orang beruntung mengikuti "joy flight" tersebut, salah satunya presenter terkenal Daniel Mananta.
Selama sekitar 10 menit penonton yang beruntung ikut "joy flight" tersebut ikut merasakan beberapa manuver. Usai mengikuti "joy flight", Daniel Mananta mengatakan, "Pengalaman bermanuver bersama tim Breatling Jet adalah tergila yang pernah saya lakukan,".
"Jantung saya masih berdebar-debar hingga saat ini," kata Daniel dengan antusias.Salah seorang penonton lainnya yang juga beruntung ikut "joy flight", Japto Soerjosoemarno mengatakan manuver pesawat jet tim Breitling benar-benar membuat jantung seperti copot."Ketika pesawat bermanuver, rasanya lebih dari naik permainan jet coaster," kata Japto.