Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mensos Minta Penutupan Dolly Dipercepat

Sabtu, 02 Maret 2013, 06:20 WIB
Komentar : 1
blogspot.com
Salah satu sudut Gang Dolly di Surabaya, Jawa Timur.
Salah satu sudut Gang Dolly di Surabaya, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al-Jufri meminta jajaran Pemerintahan di tingkat Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan kota Surabaya untuk mempercepat rencana penutupan tempat lokalisasi Dolly. Salim memberi waktu paling cepat akhir tahun ini atau paling awal 2014, Dolly sudah bisa ditutup.

"Saya minta ke Wali Kota dan Pemprov kalau bisa dipercepat penutupan Dolly dari jadwal yang ditetapkan 2014," ujar Salim  dalam Rapat Koordinasi Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial di Surabaya, Jumat (1/3). Iimbauan penutupan lokalisasi Dolly lebih awal ini paling tidak dapat dimajukan akhir 2013 atau awal 2014.

Optimisme Salim ini melihat kesuksesan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang sudah menutup lokalisasi Dupak Bangun sari pada Januari lalu. Salim pun memberikan apresiasi ke Pemkot Surabaya dalam membina Wanita Tuna Harapan-panggilan bagi mantan PSK-agar tetap bertahan di kehidupan normal dan tidak kembali menjadi PSK.

Menurut Salim, dari pemaparan langkah pembinaan wanita tuna harapan hingga penutupan lokalisasi, semua itu tidak dicapai dengan mudah. Namun dari capaian penutupan lokalisasi yang dilakukan Pemkot Surabaya, kata dia, bisa dimungkinkan percepatan target penutupan lokalisasi Dolly, yakni bila melibatkan semua unsur di masyarakat.

"Saya yakin kesuksesan penutupan lokalisasi Dupak Bangunsari itu bisa menjadi pilot project untuk lokalisasi lain di seluruh Indonesia," ujar Salim.


Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Fernan Rahadi
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar((HR. Ahmad dan Abu Dawud))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

Wah, Semua Kepala Desa Diminta Vasektomi, Mengapa?