Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

'Kalau Cuma Pilek, Tak Perlu ke RSCM'

Jumat, 01 Maret 2013, 12:38 WIB
Komentar : 0
ist
RSCM salah satu rumah sakit yang memiliki NICU

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Antrean pasien yang selalu terjadi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) disebabkan oleh sistem rujukan yang tidak ditaati.

Data dari RSCM mengungkapkan, lebih dari lima puluh persen pasien sebenarnya bisa ditangani oleh RSUD maupun puskesmas setempat.

Direktur Utama RSCM Soejono mengatakan, pasien dengan diagnosa penyakit di level 1 (ditangani dokter umum) dan level 2 (ditangani dokter spesialis) harusnya bisa dilakukan perawatan oleh RSUD dan Puskesmas.

Sementara untuk pasien dengan diagnosa penyakit di level 3 (ditangani dokter sub-spesialis) barulah bisa dirujuk ke RSCM. Dengan demikian, tidak semua pasien harus dirujuk ke RSCM.

"Kalau bisa dikelola di puskesmas kenapa harus ke rumah sakit. Biarlah rumah sakit mengurus kasus yang lebih sulit," ujar dia dalam sebuah dialog dengan wartawan di RSCM Kirana, Jalan Kimia Jakarta Pusat, Jumat (1/3). 

Soejono mengatakan, banyak pasien yang ngotot ingin dirawat di RSCM meski level penyakitnya ringan. Alasannya karena ingin mendapatkan pelayanan nomor satu. Padahal ada pasien lain yang sebenarnya lebih membutuhkan tempat di RSCM.

Untuk menghindari hal itu, menurut dia, kepercayaan masyarakat akan pelayanan puskesmas perlu ditingkatkan. Hal itu sebagai salah satu upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. 

"Ini masalah kesesuaian. Bagaimana caranya memuncukan kepercayaan masyarakat agar mereka yakin bahwa puskesmas itu oke. Masa batuk pilek berobat ke Cipto?," tambah dia. 

 

Reporter : Halimatus Sadiah
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.235 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

HTI Dukung Penegakan Syariah dan Khilafah di Suriah

Rusli Zainal Segera Ditahan? Ini Komentar KPK