Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Zakat Harus Bisa Tuntaskan Kemiskinan

Kamis, 28 Februari 2013, 23:55 WIB
Komentar : 0
blogspot.com
Zakat fitrah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia memiliki potensi besar untuk mengelola dana umat. Baik itu melalui zakat, infak, shadaqoh atau wakaf (ziswaf). Ini karena Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. 

Namun, angka kemiskinan Indonesia ternyata masih tinggi. Padahal, potensi pemanfaatan dana umat harusnya mampu mengentaskan kemiskinan dalam masyarakat. 

Sehingga pemerintah tidak perlu memberi anggaran untuk pengentasan kemiskinan. Karena zakat saja harusnya mampu dimanfaatkan untuk program pengentasan kemiskinan.

Direktur IMZ, Nana Mintarti menjelaskan, ziswaf belum mampu mengentaskan kemiskinan karena dana yang terkumpul masih sangat sedikit. Dari data pengumpulan ziswaf selama setahun, jumlahnya hanya sekitar Rp 1,2 triliun. 

Jumlah itu hanya sekitar 2,7 persen dari anggaran pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan yang sebesar Rp 43 triliun.

Ini yang dianggap perlu diselesaikan. Bagaimana budaya membayar zakat tumbuh dalam masyarakat Indonesia. Bukan hanya zakat, tapi juga infaq, shodaqoh dan wakaf. 

Selama ini, zakat hanya dimanfaatkan untuk membantu kegiatan kemanusiaan. Seperti bencana dan sumbangan sembako langsung. 

Harusnya, kata Nana, pemanfaatan zakat lebih bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan. Artinya, zakat bukan hanya dirasakan manfaatnya secara mikro, namun juga makro.  

"Filantropi masih diidentikkan dengan kegiatan 'charity' atau konsumsi. Harusnya juga bisa untuk mengentaskan kemiskinan," kata Nana di Jakarta, Kamis (28/2).

Ia menambahkan, jumlah dana ziswaf untuk ranah produktif hanya sekitar 7,38 persen pada 2008. Sisanya lebih untuk konsumtif dan kegiatan kemanusiaan. Padahal, filantropi umat Islam harus mampu memerangi kemiskinan. 

Artinya, jelas dia, harus ada yang menggerakkan filantropi agar bersatu dalam mengentaskan kemiskinan. Terutama di Indonesia dan negara berkembang lain. Namun, saat ini, tidak ada sinergitas antar sesama lembaga zakat di Indonesia. Masing-masing bergerak secara sendiri-sendiri.

Reporter : Agus Raharjo
Redaktur : Mansyur Faqih
1.133 reads
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

41 Tahun Basarnas Mengabdi untuk Kemanusiaan

Indonesia Siap Hadapi AS di Sidang WTO

RS Muhammadiyah Siapkan Akreditasi Nasional 2012