Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Indonesia Siap Hadapi AS di Sidang WTO

Kamis, 28 Februari 2013, 23:16 WIB
Komentar : 0
snus-news.blogspot.com
Symbol of World Trade Organization (WTO)

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta -- Kebijakan impor hortikultura yang dipermasalahkan Amerika Serikat (AS) akan terus diterapkan. Sebagai negara yang berdaulat, Indonesia wajib melindungi ketahanan pangan di dalam negeri. 

Pihak negosiator pun mengaku siap menghadapi AS di arbitrase internasional. "Kita secara legal sudah mengikuti aturan main yang berlaku di WTO," ujar Pelaksana Tugas Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementrian Pertanian Haryono, Kamis (28/2).

Indonesia telah bertemu delegasi AS dalam konsultasi pertama di Jenewa, 21-22 Februari lalu. Pada pertemuan tersebut, negosiator RI telah menjelaskan alasan-alasan terkait kebijakan yang tercantum dalam Permentan Nomor 60/2012 mengenai Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). 

Mereka, lanjut dia, menuding kebijakan tersebut memberatkan negara importir. Penjelasan oleh negosiator sebagian bisa diterima dengan baik, namun ada pula yang ditolak oleh AS.

Perwakilan Negeri Paman Sam itu selanjutnya akan mempelejarai kembali kebijakan yang baru berlaku  sekitar lima bulan tersebut. 

Sebagai anggota WTO, Indonesia juga menuntut keadilan. Yaitu dengan mempelajari lebih lanjut aturan WTO yang tidak sesuai dengan kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan. 

"Kondisi ini rawan penyelundupan dalam perdagangan internasional," tambah Haryono. 

Reporter : Meiliani Fauziah
Redaktur : Mansyur Faqih
2.207 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

RS Muhammadiyah Siapkan Akreditasi Nasional 2012

Agus Marto Mengaku Siap Jalani Tes Calon Gubernur BI

Menakertrans Minta PKL Ikut Jaminan Sosial