Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Soal Energi, Mega dan SBY Dinilai Omong Kosong

Rabu, 27 Februari 2013, 20:02 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
President Susilo Bambang Yudhoyono (right) shakes hand with Megawati during the award ceremony in Jakarta, Wednesday. The later is former presiden who also the daughter of the first Indonesian presiden, Soekarno, who awarded as national hero with former vi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara menilai kritik mantan presiden Megawati terhadap kebijakan energi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono omong kosong.

Bahkan, mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah DKI Jakarta ini menuturkan, keduanya bertanggung jawab terhadap kebijakan energi nasional yang buruk.

"UU Migas Nomor 22 tahun 2001 yang membuat cadangan menurun, lifting tak meningkat dan BUMN mendapat peran minim dalam bisnis migas justru ditandatangai Bu Megawati," jelasnya pada Republika, Rabu (27/2).

Gas Tangguh di Papua Barat pun dijual murah ke Fujian Chinasaat Pemerintahan Megawati. Pada pemerintahan SBY, dua hal ini juga semakin diperparah. Bukannya mempercepat revisi UU Migas, SBY hingga kini tak kunjung mengubah aturan yang jelas-jelas diputuskan wajib direvisi oleh MK sejak 2004 itu.

"Pada zaman Wakil Presidennya Jusuf Kalla, revisi harga gas ke Fujian juga sudah dirintis," katanya lagi. Tapi kenyataannya, hingga kini harga gas RI ke Fujian cuma 3 dollar AS jauh dibanding harga rata-rata gas 6 dollar AS. 

 

Reporter : Sefti Oktarianisa
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
3.810 reads
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

UII Larang Ni'matul Huda Jadi Hakim Konstitusi

Mega Serang Kebijakan Energi SBY, Ini Pembelaan ESDM