Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Suasana anjungan KRI Sultan Nuku. (Republika/Rakhmat Hadi Sucipto)

  • Dua perahu karet merapat ke kapal KRI Sultan Nuku. (Republika/Rakhmat Hadi Sucipto)

  • Awak kapal KRI Sultan Nuku menurunkan bahan makanan dan kebutuhan logistik lainnya. (Republika/Rakhmat Hadi Sucipto)

  • Awak kapal KRI Sultan Nuku menurunkan bahan makanan dan kebutuhan logistik lainnya. (Republika/Rakhmat Hadi Sucipto)

  • Perahu prajurit TNI yang menjaga pulau-pulau kecil kembali ke pos mereka, usai medapatkan losgistik dari kapal KRI Sultan Nuku. (Republika/Rakhmat Hadi Sucipto)

In Picture: Pengabdian Pasukan Penjaga Pulau-Pulau Kecil Terluar

Rabu, 13 Februari 2013, 12:27 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Para prajurit ini layak mendapat apresiasi dan penghormatan yang tinggi dari seluruh warga Indonesia. Prajurit Marinir TNI AL bersama dengan satuan TNI lainnya rutin bergantian menjaga pulau-pulau kecil terluar yang berbatasan dengan negara tetangga. Termasuk untuk menjaga pulau terluar atau pulau terpencil yang berada di wilayah Papua, seperti Pulau Brass, Pegun, dan Fanildo.
 
Bukan main-main tugas mereka. Dalam menjaga pulau-pulau tersebut, mereka harus siap menghabiskan waktu hingga enam bulan. Baru setelah itu mereka boleh meninggalkan pulau-pulau tersebut setelah mendapat perintah dari atasan. Padahal, mereka sering kali harus pindah tugas dari satu wilayah ke wilayah lain.
 
Mereka harus meninggalkan seluruh anggota keluarga. Memang berat, tapi mereka harus menjalaninya. “Kami ini harus siap ditugaskan di mana pun,’’ ujar seorang prajurit marinir.
 
Para prajurit yang berada di KRI Sultan Nuku juga menjalani tugas berat. Sudah hampir satu bulan mereka berada di lautan. Terakhir,  mereka mendapat perintah dari pusat untuk mendukung tugas Bank Indonesia (BI) yang hendak melakukan kegiatan pengedaran uang di wilayah terpencil dan perbatasan pada 6-16 Februari. 
 
Tanpa dukungan prajurit TNI AL Sultan Nuku, sulit bagi BI melaksanakan tugasnya. Untuk mendekati Kepulauan Mapia (terdiri atas Pulau Pegun, Brass, dan Fanildo) saja, saat ini hanya jalur laut yang bisa menjangkau tempat tersebut. Karena itulah, peran TNI AL, khususnya dari prajurit KRI Sultan Nuku sangat vital.


 
 

Redaktur : Mohamad Amin Madani
1.863 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...