Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hatta: Kewirausahaan Penting untuk Membangun Bangsa

Sabtu, 09 Februari 2013, 14:41 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan Hidayat
Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Negara yang mampu berinovasi adalah negara yang menang. Inovasi tersebut digalakkan baik dalam hal sumber daya manusia maupun teknologi. Dengan inovasi, negara dapat meningkatkan pembangunan ekonomi bangsa. 

Salah satu inovasi adalah kewirausahaan. Hal ini dikemukakan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa saat menjadi pembicara kunci di 'ITB Entrepreneurship Challenge 2013', di Sabuga, Bandung, Sabtu (9/1).

"Kewirausahaan adalah pilar utama meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi. Jika tidak ada hal ini, inovasi tidak akan berjalan. Kewirausahaan penting untuk membangun bangsa," kata Hatta di depan ratusan mahasiswa dan tamu undangan.

Hatta menyebutkan, penelitian Unpad pada 2009 menyimpulkan, kewirausahaan juga merupakan solusi maraknya terorisme, instabilitas politik, mendukung tumbuhnya toleransi dan memperluas jaringan komunikasi antar peradaban. Tentunya, kata Hatta, solusi ini tak akan tercapai jika entrepreneur di Indonesia hanya 1,4 persen jumlahnya. 

Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian sendiri sudah mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas wirausaha nasional. Diharapkan, dengan tumbuhnya kewirausahaan, Indonesia tak hanya dilihat dari pasar yang besar, tapi juga jadi pusat produksi di negara ASEAN. 

Untuk itu, wirausaha muda harus berani bermimpi membangun kemandirian diri. Dari mimpi itu, nanti akan muncul niat, keberanian mencoba sesuatu, mucul ide kreatif sehingga menghasilkan sesuatu yang inovatif. 

"Wirausaha muda perlu menempa diri untuk menjadi job creator, menciptakan produk-produk unggulan yang mampu bersaing di pasar lokal dan internasional secara sustainable," ungkap Hatta. 

Untuk menjadi wirausahawan, jelasnya, tak ada kata pantang menyerah untuk meraih kesuksesan. Ada kalanya dicaci, ditipu dan kemungkinan gagal yang tinggi. "Kedua, percaya kepada orang. Selalu ada orang yang bisa membuat kita sukses. Buka jaringan," jelasnya. 

Kemudian, jelasnya, lakukan yang bisa dilakukan. "Percaya bahwa akan ada pekerjaan-pekerjaan berikutnya," jelasnya.

Dengan entrepreunership, ungkap Hatta, Indonesia bisa menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ke tujuh pada 2030 mendatang. 

Seminar IEC akan berlanjut hingga kompetisi kewirausahaan untuk mahasiswa se-Indonesia dan melahirkan para wirausahawan muda yang inovatif, kreatif dan berkualitas.

Hadir dalam seminar beberapa entrepreuner tanah air diantaranya Direktur Utama Telkom Arief Yahya, pemilik QB Internasional Betti Alisjahbana, pendiri Kinara Indonesia Dondi Hananto, Dan Deputi IV Menteri Koordinator Perekonomian RI Bidang Perindustrian dan Perdagangan.

Reporter : Lingga Permesti
Redaktur : Djibril Muhammad
1.385 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...