Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Nasib Pembangunan Bandara Yogya Belum Jelas

Kamis, 07 Februari 2013, 15:35 WIB
Komentar : 0
Antara
Bandara Adisucipto Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Rencana pembangunan bandara di Kulonprogo ternyata hingga kini masih belum jelas.

Bahkan, rencana PT Angkasa Pura selaku pemrakarsa pembangunan bandara internasional di Yogyakarta untuk presentasi di hadapan Gubernur DIY yang sempat  diundur belum dijadwalkan lagi.

''Presentasinya saja belum. Katanya awal Februari ini, tetapi sampai sekarang belum ada kabar lagi,''kata Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X pada wartawan, di Kepatihan Yogyakarta, Kamis (7/2).

Sultan  mengaku belum memiliki informasi apakah presentasi itu tentang detil gambar atau surat prosedurnya.  ''Mungkin belum jadi gambarnya, sehingga presentasinya diundur,''kata Sultan.

Lebih lanjut, Sultan menjelaskan, jika pihak pemrakarsa pembangunan bandara sudah melakukan presentasi, maka akan disepakati dimana lokasinya. Kemudian,  mengajukan permohonan untuk pembebasan tanah.

Sultan mengungkapkan,  sebelum dilakukan pembebasan tanah harus minta ijin ke departemen untuk persetujuan lokasi, sambil mengerjakan amdal.

''Jadi sampai sekarang target untuk dilaksanakan pembangunannya kapan belum tahu. Karena mereka (red. Angkasa Pura) yang mau investasi,''tutur dia. 

Reporter : Nina Ridarineni
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.857 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda