Wednesday, 28 Zulhijjah 1435 / 22 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bahayanya Konsumsi 'Narkoba' Ala Raffi Cs

Tuesday, 29 January 2013, 21:34 WIB
Komentar : 2
Antara/Ari Bowo Sucipto
Tes narkoba
Tes narkoba

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar kesehatan dari Rumah Sakit Santosa Bandung, dr Tita Bariah Sidiq mengungkapkan, zat asing yang ditemukan di tubuh Raffi dan enam orang lainnya sangat berbahaya.

Menurutnya, zat bernama Derivat Kantinona tersebut termasuk golongan amfetamin. 

 “Devirat (turunan) nya sama saja, termasuk golongan amfetamin dimana efeknya setara dengan ekstasi. Memang di awal memberikan stimulus yang signifikan, tapi bila intens dikonsumsi lain cerita,” ujar dia, Senin (29/1).

Dia memaparkan, tubuh yang kerap menerima asupan turunan zat tersebut bisa merasakan efek buruk di kemudian hari selain ketagihan.

Dampak buruk tersebut antara lain, merusak jantung dan peredaran darah di jantung, kecemasan dan paranoid yang berlebihan, menyebabkan kematian jika diimbangi dengggan penggunaan alkohol.

Tak hanya itu, turunan zat ini juga akan menyebabkan halusinasi yang berlebih, menimbulkan agitasi (Keresahan tanpa sebab) dan gangguan psikotik.

“Malah stimulus dari turunan zat ini yang awalnya memberikan efek positif pada tubuh bisa jadi berbahaya. Karena sistem saraf ikut terganggu akibat rangsangan yang diberikan terlalu berlebihan,” ujar dia.

Namun menurutnya, karena memang senyawa turunan ini masih baru dikenal. Efeknya terhadap setiap orang yang mengonsumsinya dapat berbeda-beda.

“Tapi intinya perihal medik itu bila  sesuai takaran semua baik-baik saja. Cuma penyalahgunaannya itu, sampai belasan butir ya bisa menjadi masalah,” ujarnya.

Reporter : Gilang Akbar Prambadi
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Barang siapa yang memerhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jika Diperlukan Dalam Kabinet Jokowi, Ini Sikap Muhammadiyah
JAKARTA --  Ketua Umum Muhammadiyah mengharapkan presiden Joko Widodo dan kabinetnya bisa menjalankan amanah dan tunaikan janji yang disampaikan pada kampanye lalu. Untuk siapa...