Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Sosialisasi Redenominasi Dinilai Terlalu Dini

Minggu, 27 Januari 2013, 08:07 WIB
Komentar : 0
bank indonesia
Redenominasi

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Wakil Ketua Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, Harry Azhar Azis, mengatakan sosialisasi redenominasi masih terlalu dini. "RUU-nya saja belum jadi, kok sosialisasi," kata Harry di Batam, kemarin.

Menurut dia, sosialisasi dilakukan untuk menginformasikan masyarakat isi UU. Jadi dilakukan saat perangkat hukum sudah selesai. Sedangkan Redenominasi masih tahapan kajian.

Bagi DPR, kata dia, Redenominasi belum apa-apa, karena sejak dicuatkan beberapa tahun lalu, legislatif belum menerima draf RUU. "Memang sudah masuk Prolegnas 2013, tapi kami belum terima RUU-nya," katanya.

Legislator daerah pemilihan Kepulauan Riau itu juga mempertanyakan RUU yang belum rampung di tangan pemerintah. Artinya pemerintah belum ada satu kata, karena kalau sudah satu kata, RUU-nya semestinya sudah selesai, katanya.

Ia juga mempertanyakan alokasi anggaran untuk sosialisasi redenominasi pemerintah. Karena menurut dia, dalam Anggaran Tahunan BI, tidak ada dana untuk redenominasi. "Dalam APBN juga tidak ada, yang ada hanya kajian-kajian."

Komisi XI DPR RI, kata dia, akan memanggil Menteri Keuangan untuk menjelaskan perkembangan redenominasi serta sosialisasi yang sudah dilakukan.?"Pekan depan kami panggil," katanya.

Senada dengan Harry, Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan penyederhanaan nilai mata uang yang menghilangkan tiga digit angka nol belum final. "Ini masih konsultasi publik, belum sosialisasi, tergantung masyarakat, kalau masyarakat maunya empat digit nol bisa saja," katanya.

Ia mengatakan bahwa implementasi redenominasi di Indonesia akan memakan waktu sedikitnya enam hingga 12 tahun, mengingat Indonesia memiliki wilayah yang luas dengan penduduk yang ragam.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
4.141 reads
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...