Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Menteri PDT: Ibu Kota Pindah Bukan Hal Aneh

Senin, 21 Januari 2013, 14:58 WIB
Komentar : 1
antara
menteri PDT helmy faishal fanani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wacana pemindahan ibu kota mendapat dukungan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini. Ia menilai, Jakarta sudah tidak layak lagi menjadi ibu kota lantaran menanggung beban penduduk terlampau besar. 

Helmy menyebut, daya dukung infrastruktur Jakarta tidak mampu lagi mengimbangi mobilitas warga. Alhasil kemacetan menjadi pemandangan sehari-hari yang tentu saja mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, sangat tepat jika pusat pemerintahan dan perdagangan dipisah. Dengan memindahkan pusat pemerintahan ke daerah, setidaknya bisa memunculkan pusat ekonomi baru. 

"Dengan pemindahan ibu kota, bisa menciptakan pemerataan pertumbuhan daerah dan tidak terkonsentrasi di Jakarta," kata Helmy, Senin (21/1). 

Menurutnya, usulan pemindahan ibu kota bukan sesuatu yang aneh. Malaysia sudah melakukannya lebih dulu dan sukses memindahkan pusat pemerintahan di Putrajaya dari Kuala Lumpur. 

Kalau memang serius, lanjut dia, perlu mulai dipikirkan rencana tata ruang agar ibu kota baru siap menjadi pusat pemerintahan. 

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Mansyur Faqih
9.689 reads
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  machyudin Selasa, 22 Januari 2013, 18:14
harus dihitung besar mana biaya memindahkan Ibu Kota negara dibanding memindahkan penduduk yang menempati daerah kumuh dan tempat-tempat yang bukan tempat tinggal ilegal
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda