Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ini Wilayah Terbaik Pengganti Ibu Kota Negara

Sunday, 20 January 2013, 20:34 WIB
Komentar : 5
Republika/Harun Husein
Palangkaraya city in Central Kalimantan. (illustration)
Palangkaraya city in Central Kalimantan. (illustration)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA –- Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan perpindahan ibu kota negara mungkin untuk dilakukan.

Palangkaraya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, diusulkan sebagai ibu kota Negara baru pengganti DKI Jakarta.

“Layak (dipindah). Tapi harus ada kajian-kajian yang sangat mendalam,” kata Rektor ITB Akhmaloka saat dihubungi Republika, Ahad (20/1).

Menurutnya, kajian itu harus dilakukan secara menyeluruh. Apakah yang dipindah itu hanya pemerintahan saja, pusat bisnisnya saja, atau kedua-duanya ikut dipindah.

“Nah yang terjadi saat ini di DKI Jakarta kan semuanya menumpuk.  Pemerintahannya di situ, pusat bisnisnya juga di situ,” katanya.

Namun, Akhamaloka belum mau menunjuk daerah mana yang layak untuk menggantikan DKI  Jakarta sebagai ibu kota negara. Hal tersebut menurutnya harus ditentukan dari hasil kajian yang mendalam.

Dihubungi terpisah, Ketua Pusat Perubahan Iklim ITB Armi Susandi mengatakan, wilayah DKI Jakarta sudah sangat tidak layak untuk menjadi ibu kota negara. Tidak ada keseimbangan antara pembangunan dengan kesanggupan lingkungan.

Armi juga tidak setuju dengan wacana Jakarta megapolitan, yang meluaskan wilayah  Jakarta ke daerah-daerah sekitarnya. Hal tersebut menururtnya hanya akan menambah curah hujan di Jakarta.

“Secara meteorologi itu menyebabkan pertambahan curah hujan di Jakarta, “ kata Armi, Ahad (20/1).

Dari sisi meteorologi, lanjut Armi, kota yang paling pantas menjadi ibu kota negara  adalah Palangkaraya yang sekarang menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah.  Palangkaraya berada di tengah kepulauan Indonesia sehingga sudah tepat secara pembangunan.

“Harusnya ibu kota itu kan di pusat wilayah,” kata Armi.

Selain itu, Palangkaraya memiliki tingkat kebencanaan yang sangat rendah dibanding daerah Kalimantan lainnya. Curah hujan di sana pun tidak tinggi sehingga potensi ancaman bencana banjir rendah.

Armi mengatakan, untuk mewujudkan pemindahan ibu kota itu, tak membutuhkan waktu terlalu lama. Yang penting, lanjutnya, ada kemauan dari pemerintah dan pihak-pihak yang membuat kebijakan.
 

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Heri Ruslan
Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. ((HR Muslim))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...